Chapnews – Nasional – Sidoarjo, Jawa Timur – Angka korban dugaan keracunan makanan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus melonjak signifikan. Data terbaru yang dihimpun otoritas kesehatan setempat menunjukkan total 730 santri dan pelajar kini terdampak insiden yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta sejumlah sekolah di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmita Herawati, mengonfirmasi peningkatan jumlah pasien ini. Menurutnya, angka 730 tersebut merupakan akumulasi dari mereka yang dirawat di rumah sakit maupun yang melapor ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti praktik dokter swasta, bidan, hingga Puskesmas.

"Ini totalnya 730 pasien yang sudah kami himpun datanya, baik yang masuk rumah sakit maupun yang berobat ke fasyankes lainnya," ujar dr. Lakhsmita pada Kamis (3/9) sore, seperti dilansir chapnews.id.
Dari total korban, sebanyak 23 pasien masih harus menjalani rawat inap hingga pukul 15.10 WIB. Sementara itu, mayoritas, yakni 706 pasien, telah berstatus rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis awal. Satu pasien lainnya masih dalam tahap observasi intensif di RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk memastikan kondisinya.
Insiden keracunan massal ini diduga bermula setelah ratusan santri dan pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) siang. Makanan tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin.
Menu yang disajikan meliputi nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, sayur tumis buncis baby corn, dan buah apel. Tak lama setelah menyantap hidangan tersebut, para korban mulai menunjukkan gejala mual, muntah, hingga pusing yang mengkhawatirkan. Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti keracunan ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

