Ads - After Header

Data Bank Dunia Gegerkan RI: 64% Miskin? BPS Buka Suara!

Ahmad Dewatara

Oleh Taufik Fajar – Jumat, 04 September 2026 | 07:15 WIB
(Foto: chapnews.id)

Data Bank Dunia Gegerkan RI: 64% Miskin? BPS Buka Suara!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Chapnews – Ekonomi – Sebuah laporan mengejutkan dari Bank Dunia yang mengklaim 64,2 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan telah memicu perhatian publik. Menanggapi angka estimasi yang signifikan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) segera memberikan klarifikasi mendalam, menjelaskan perbedaan metodologi dan peruntukan data yang digunakan.

Angka 64,2 persen yang dirilis Bank Dunia tersebut merupakan estimasi untuk tahun 2026, dihitung berdasarkan batas kemiskinan internasional sebesar USD8,30 per kapita per hari, dengan mengacu pada Purchasing Power Parity (PPP) tahun 2021. Kontras dengan data tersebut, BPS secara resmi mencatat bahwa proporsi penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2026 berada di angka 8,07 persen, merepresentasikan sekitar 22,93 juta jiwa.

BPS menekankan pentingnya menyikapi perbedaan data ini dengan bijak dan cermat. Pasalnya, kedua angka tersebut dihitung menggunakan indikator dan peruntukan yang berbeda secara fundamental, sehingga tidak dapat disandingkan secara langsung sebagai tolok ukur kemiskinan yang setara.

M Nashrul Wajdi, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, secara gamblang menjelaskan bahwa kalkulasi yang diterbitkan Bank Dunia tidak menggunakan garis kemiskinan nasional Indonesia sebagai landasan perhitungannya. "Angka 64,2 persen itu adalah estimasi jumlah penduduk Indonesia yang pengeluarannya di bawah USD8,30 per kapita per hari, sebagaimana standar yang ditetapkan oleh Bank Dunia. Penting untuk digarisbawahi, ini bukan garis kemiskinan nasional yang kami gunakan di Indonesia," terang Nashrul dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan, "Nilai tersebut merupakan standar kemiskinan yang lazim diterapkan di negara-negara berpendapatan menengah atas, dan fungsi utamanya adalah untuk membandingkan kondisi kesejahteraan antarnegara." Nashrul lebih lanjut menguraikan bahwa Bank Dunia memang memanfaatkan serangkaian garis kemiskinan internasional sebagai instrumen komparasi tingkat kesejahteraan di berbagai negara.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer