Oleh: Tangguh Yudha
Selasa, 08 September 2026 | 15:01 WIB

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah telah mengambil keputusan strategis untuk melanjutkan program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram (kg) hingga Desember 2026. Keputusan ini disambut baik dengan jaminan kesiapan stok dari Perum Bulog, yang memastikan pasokan aman untuk disalurkan kepada jutaan keluarga penerima manfaat dalam periode Oktober hingga Desember 2026 mendatang.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang sangat membutuhkan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara tegas menyatakan kesiapan penuh lembaganya. "Bulog akan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan jaringan operasional yang dimiliki dalam mendukung kelancaran penyaluran," ujar Rizal dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Ia menambahkan bahwa kesiapan stok beras pemerintah, dukungan jaringan pergudangan yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia, serta rekam jejak Bulog dalam mengemban berbagai penugasan pangan nasional menjadi pilar utama. Ini semua untuk memastikan beras dapat dipersiapkan dengan kualitas terjaga dan disalurkan secara efektif kepada masyarakat yang berhak menerima.
Rizal juga menekankan bahwa dari sisi ketersediaan stok, Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan bantuan pangan beras untuk alokasi tiga bulan terakhir tahun 2026. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga Penerima Bantuan Pangan, sekaligus memberikan rasa aman bahwa pemerintah hadir memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.
Dengan perpanjangan program ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat mengenai ketersediaan dan akses terhadap kebutuhan pokok. Bulog berkomitmen penuh untuk menjalankan amanah ini demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.


