Ads - After Header

KKB Bantai 3 ASN Pembawa Bantuan di Papua, DPR Murka!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jakarta – Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9) menuai kecaman keras. Insiden tragis ini, yang menargetkan para abdi negara saat menjalankan tugas kemanusiaan, dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tak termaafkan.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion Syamsuddin Rogo, menegaskan bahwa tindakan KKB tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus direspons dengan ketegasan. "Penembakan terhadap tiga pegawai Dinas Pertanian ini adalah perbuatan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Ini adalah pelanggaran HAM berat yang sama sekali tidak bisa ditoleransi," ujar Mafirion saat dihubungi chapnews.id pada Kamis (10/9).

KKB Bantai 3 ASN Pembawa Bantuan di Papua, DPR Murka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Mafirion sangat menyayangkan insiden ini, mengingat para korban sedang dalam misi membawa bantuan ternak untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa petugas yang memberikan pelayanan publik seharusnya dapat bekerja dengan aman, bebas dari ancaman kekerasan bersenjata.

Kekerasan ini, lanjut Mafirion, bukan hanya merenggut nyawa para korban, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap rasa aman masyarakat sipil di daerah konflik. Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa warga lokal maupun para pekerja pelayanan publik di wilayah tersebut akan terus hidup di bawah bayang-bayang ketakutan dan ancaman.

"Jika tidak ada langkah tegas dan terukur yang diambil terhadap para pelaku, kondisi ini akan menciptakan iklim ketakutan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan para pekerja sipil di sana," tegas legislator PKB tersebut.

Mafirion mengingatkan bahwa warga sipil adalah pihak yang paling rentan dalam setiap konflik bersenjata, meskipun mereka tidak terlibat langsung. "Setiap warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada, berhak untuk hidup dengan aman dan bebas dari rasa takut," pungkasnya.

Menurut keterangan dari Satgas Operasi Damai Cartenz, insiden penembakan brutal ini terjadi pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Saat kejadian, rombongan yang terdiri dari 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama dengan tujuan meninjau kegiatan cetak sawah yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa tiga pegawai yang berstatus ASN gugur dalam serangan tersebut. Para korban diidentifikasi sebagai WB (24), AR (49) yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, serta AAM (35).

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer