Ads - After Header

Gawat! Pertamax Diprediksi Sentuh Rp20.000/Liter!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax diproyeksikan dapat melonjak signifikan, mencapai kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Prediksi kenaikan drastis ini tak lepas dari eskalasi krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali memicu lonjakan harga minyak mentah global.

Kondisi ini diperparah dengan harga minyak dunia yang kini telah menembus angka USD108 per barel. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menjelaskan bahwa apabila harga minyak mentah global tidak kembali stabil di level USD60-USD70 per barel seperti sebelum krisis, maka harga BBM nonsubsidi di Tanah Air, termasuk Pertamax dan Pertamina Dex, akan merasakan dampaknya secara langsung.

Gawat! Pertamax Diprediksi Sentuh Rp20.000/Liter!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Harga Pertamax dan Pertamina Dex berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 karena belum ada sinyal penurunan harga minyak dunia," ungkap Eko, seperti dilansir chapnews.id baru-baru ini. Ia menambahkan, saat ini harga Pertamax masih bertahan di Rp15.950 per liter, yang berlaku sejak September 2026. Pertamina memilih untuk tidak menaikkan harga Pertamax, meskipun sejumlah jenis BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex telah mengalami penyesuaian harga.

Eko berharap agar krisis geopolitik di Timur Tengah dapat segera mereda. Menurutnya, hal tersebut krusial untuk menekan laju kenaikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax. "Kami sangat berharap konflik di Timur Tengah bisa segera berakhir. Jika tidak, kondisi yang kita hadapi saat ini, dengan harga minyak yang tinggi, akan terus berlanjut dan berdampak luas," tegas Eko.

Lebih lanjut, Eko menyoroti bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah merupakan salah satu krisis geopolitik paling berat yang pernah dihadapi Pertamina. Ia membandingkan dengan krisis energi saat perang Rusia-Ukraina, yang dampaknya dinilai tidak separah gejolak yang terjadi di kawasan Selat Hormuz saat ini. "Perang di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, memiliki dampak global yang sangat signifikan. Ini tidak hanya memengaruhi ketersediaan energi dunia, tetapi juga menyebabkan ketidakstabilan harga yang kita rasakan saat ini," pungkas Eko.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer