Ads - After Header

Tito Karnavian Kejar Huntap Tapteng: Warga Segera Punya Rumah?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mendesak agar pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, segera digencarkan. Dalam peninjauan terbarunya, Tito menekankan pentingnya percepatan proyek ini, sekaligus memastikan ketersediaan infrastruktur dasar seperti jalan, air, dan listrik agar huntap dapat segera dihuni.

Tito, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, menegaskan bahwa percepatan ini krusial untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi warga yang rumahnya hancur atau rusak berat akibat bencana. "Kami ingin agar warga terdampak, yang kehilangan rumahnya, segera dibangunkan huntap. Ini menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat," ujar Tito saat meninjau progres pembangunan di Tapanuli Tengah.

Tito Karnavian Kejar Huntap Tapteng: Warga Segera Punya Rumah?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pembangunan huntap di Tapanuli Tengah dilaksanakan melalui beberapa skema. Skema in situ berfokus pada pembangunan kembali rumah di lokasi semula yang telah dinyatakan aman, sementara skema ex situ memilih lokasi baru yang lebih aman. Kedua skema ini ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, ada pula huntap komunal yang dibangun secara terpusat dalam satu kawasan, dilengkapi dengan prasarana pendukung, yang dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Meskipun progres pembangunan telah berjalan, Tito menyoroti perlunya transisi dari tahap percontohan menuju implementasi masif. Ia meminta BNPB untuk segera bergerak sesuai program yang telah ditetapkan, dengan target penyelesaian pada tahun 2026. "Saya dengar baru tiga yang dibangun sebagai contoh. Contohnya bagus, tapi jangan sampai program utama tidak dikerjakan tahun ini," tegasnya.

Selain upaya pemerintah, penyediaan huntap komunal di Tapanuli Tengah juga mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Bangunan rumah di kawasan tersebut dilaporkan telah selesai. Namun, Tito menemukan bahwa huntap tersebut belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya karena sejumlah prasarana vital yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat masih belum rampung.

"Permasalahan jalan, penataan lingkungan, penyediaan air, dan listrik itu menjadi tanggung jawab Pemda. Gedungnya sudah siap dari Buddha Tzu Chi," jelas Tito. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera menuntaskan pekerjaan infrastruktur tersebut, termasuk saluran drainase, agar huntap dapat segera diserahkan dan ditempati oleh masyarakat.

Tito bahkan memberikan ultimatum, menunjukkan keseriusannya dalam mengawal proyek ini. "Saya lihat tadi belum selesai, makanya saya kejar. Nanti Oktober kita datang lagi, harus selesai," pungkasnya, menandakan komitmen kuat untuk memastikan warga Tapanuli Tengah segera mendapatkan hunian yang aman dan layak.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer