Ads - After Header

3 Gunung Api Indonesia Menggila Pagi Ini! Waspada!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Tiga gunung api aktif di Indonesia dilaporkan mengalami serangkaian erupsi sejak dini hari Jumat (11/9) hingga pagi ini. Fenomena alam ini menarik perhatian karena melibatkan gunung-gunung yang memang dikenal intens beraktivitas, yaitu Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Halmahera, Maluku Utara, dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.

Data yang dihimpun dari laman Magma Indonesia, platform resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, menunjukkan bahwa ketiga raksasa bumi ini telah memuntahkan material vulkanik berkali-kali dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Aktivitas ini melanjutkan tren erupsi yang juga terpantau pada hari sebelumnya, Kamis (10/9), mengindikasikan periode aktivitas vulkanik yang tinggi di beberapa titik rawan bencana di Tanah Air.

3 Gunung Api Indonesia Menggila Pagi Ini! Waspada!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Semeru, Sang Puncak Jawa yang Tak Henti Bergolak
Hingga pukul 09.35 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru, telah mencatatkan lima kali letusan. Erupsi pertama terjadi tak lama setelah tengah malam, tepatnya pukul 00.26 WIB. Petugas pemantau, Liswanto AP, melaporkan bahwa visual letusan tidak teramati, namun aktivitas seismik menunjukkan erupsi masih berlangsung. Hal serupa terjadi pada letusan pukul 04.27 WIB dan 05.05 WIB. Pada pukul 06.16 WIB, letusan kembali terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 187 detik, meski visual tetap nihil. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Semeru sebagai gunung paling produktif erupsi sepanjang tahun ini, dengan total 1831 letusan yang telah teridentifikasi.

Gunung Ibu, Penjaga Halmahera yang Terus Menyembur
Di Pulau Halmahera, Gunung Ibu juga menunjukkan aktivitas serupa. Sejak dini hari, gunung ini telah meletus lima kali. Erupsi pertama setelah pergantian hari terjadi pada pukul 00.49 WIT, menghasilkan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak (1725 mdpl), berwarna kelabu tebal, dan bergerak ke arah barat laut. Petugas M Richard Chaniago mencatat erupsi ini dengan amplitudo 28 mm dan durasi 48 detik. Letusan berikutnya terjadi pada pukul 08.56 WIT, 08.58 WIT, 10.57 WIT, dan 11.18 WIT, dengan laporan visual yang tidak teramati untuk sebagian besar. PVMBG menempatkan Gunung Ibu di posisi kedua sebagai gunung dengan jumlah erupsi terbanyak tahun ini, mencapai 1537 letusan.

Ili Lewotolok, dari Lembata dengan Enam Kali Letusan
Sementara itu, Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, NTT, juga tak ketinggalan. Tercatat enam kali erupsi terjadi hari ini. Letusan pertama pada pukul 00.57 Wita, dengan visual tidak teramati, terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 70 detik, seperti dilaporkan Yeremias Kristianto Pugel dari laman Informasi Letusan situs Magma Indonesia. Erupsi berlanjut pada pukul 02.08, 02.21, 07.09, dan 08.02 Wita. Letusan terakhir yang tercatat hingga berita ini ditulis, pada pukul 09.06 Wita, menunjukkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak (2123 mdpl), berwarna kelabu tebal, dan mengarah ke barat, dengan amplitudo 40 mm dan durasi 85 detik, menurut laporan petugas Syawaludin. PVMBG mencatat Ili Lewotolok sebagai gunung keenam paling aktif tahun ini, dengan total 116 letusan.

Aktivitas vulkanik yang intens ini menjadi pengingat akan dinamika geologi Indonesia. Pihak berwenang dari Badan Geologi dan PVMBG terus memantau perkembangan ketiga gunung ini secara ketat untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar dan memberikan informasi terkini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer