Chapnews – Nasional – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa dua siswi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo telah diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis dan psikologis lebih lanjut. Ironisnya, kondisi mental kedua korban ini disebut Bobby turut terganggu parah, diakibatkan oleh derasnya komentar negatif dan perundungan siber di media sosial pasca kasus ini mencuat ke publik.
"Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya," tegas Bobby di Bandara Kualanamu pada Sabtu (12/9/2026). Ia menambahkan, "Ada yang terganggu mentalnya karena komentar-komentar dan cyberbullying. Karena disebut seolah-olah mencari perhatian, ini mengganggu mental anak-anak."

Menyikapi tekanan eksternal yang dialami korban, Bobby meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak terlalu membesar-besarkan pemberitaan. Hal ini, menurutnya, krusial demi proses penyembuhan optimal bagi para siswi. "Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih. Bukan demi menutup-nutupi berita, tidak, tapi demi penyembuhan anak-anak," ujarnya, menggarisbawahi prioritas pada kesejahteraan korban.
Penanganan khusus bagi Febiona dan Agnesia, dua siswi yang kondisinya paling memprihatinkan, diminta langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Bobby menjelaskan, meskipun tim dokter di Sumatera Utara telah memberikan penanganan awal, kondisi psikologis kedua siswi tersebut dinilai membutuhkan perawatan lebih intensif.
"Kemarin kunjungan Bapak Wakil Presiden menyampaikan segala penanganan langsung dimonitor oleh Bapak Wapres," kata Bobby. Ia menambahkan bahwa tim dokter dari Sumatera Utara juga ikut mendampingi Febiona dan Agnesia selama menjalani perawatan di ibu kota, memastikan koordinasi medis yang berkelanjutan. "Ini atas perintah Bapak Wakil Presiden," pungkasnya.
Insiden keracunan massal ini terjadi pada 13 Agustus 2026, ketika sebanyak 353 pelajar di Kabupaten Karo mengalami gejala keracunan beberapa jam setelah menyantap MBG di sekolah. Dari ratusan siswa yang terdampak, Febiona dilaporkan mengalami gangguan ingatan dan kejang-kejang, sementara Agnesia menghadapi masalah pada bagian ginjal, menjadikan keduanya memerlukan perhatian dan perawatan ekstra.

