Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pengguna kendaraan di Indonesia. Sejumlah penyedia bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, seperti Pertamina, Shell, Vivo, dan BP, secara resmi telah menyesuaikan harga produk mereka. Kenaikan ini, yang mulai berlaku efektif sejak awal September 2026, kini menjadi sorotan utama pada hari Rabu, 16 September 2026, seiring dengan penyesuaian yang telah diumumkan.
Pertamina Patra Niaga, sebagai operator utama distribusi BBM Pertamina, menjadi salah satu yang melakukan penyesuaian. Sejak 1 September 2026, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite mengalami kenaikan signifikan. Tak berhenti di situ, Pertamax Green 95 juga menyusul dengan kenaikan harga pada 2 September 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun chapnews.id, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.600 per liter, melonjak dari harga sebelumnya Rp18.300. Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Untuk Pertamax Green 95, harganya naik Rp2.550, dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.
Meskipun demikian, Pertamina masih mempertahankan harga untuk beberapa jenis BBM. Harga Pertamax tetap stabil di angka Rp15.950 per liter. Demikian pula dengan BBM bersubsidi, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar di harga Rp6.800 per liter, memberikan sedikit kelegaan bagi sebagian besar masyarakat.
Tidak hanya Pertamina, penyedia BBM swasta seperti Shell dan BP juga turut melakukan penyesuaian harga. Shell V-Power Diesel, misalnya, mengalami kenaikan menjadi Rp25.420 per liter dari harga sebelumnya Rp21.910 per liter, efektif sejak 1 September 2026.
Di sisi lain, BP juga mengumumkan kenaikan harga untuk produknya. BP Ultimate kini dijual seharga Rp19.330 per liter, naik dari Rp16.760 per liter. Sementara itu, BP Ultimate Diesel juga mengalami kenaikan menjadi Rp25.420 per liter dari Rp21.910 per liter. Namun, harga BP 92 masih bertahan di angka Rp16.130 per liter.
Kenaikan harga BBM non-subsidi ini tentu akan memiliki dampak signifikan terhadap biaya operasional transportasi dan logistik, serta berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Konsumen diimbau untuk selalu memeriksa harga terbaru di SPBU masing-masing penyedia sebelum melakukan pengisian.


