Ads - After Header

Terbongkar! Beras Palsu Rp13 Ribu Dijual Rp57 Ribu: Kementan Bongkar Modus Penipuan Triliunan Rupiah

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini menguak dugaan manipulasi peredaran beras skala nasional yang diklaim sebagai beras bervitamin atau fortifikasi. Praktik culas ini ditaksir menyebabkan kerugian fantastis bagi konsumen, mencapai Rp89 triliun, menyusul temuan uji laboratorium independen terhadap 25 merek beras yang terbukti tidak memenuhi standar. Beras yang seharusnya berharga sekitar Rp13.000 per kilogram ini, secara tidak bertanggung jawab dijual hingga Rp57.000, mengindikasikan adanya penipuan besar-besaran yang merugikan masyarakat.

Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa temuan manipulasi pangan berskala masif ini kembali dibongkar pemerintah. Modus kejahatan pada komoditas beras pokok ini telah bergeser, di mana produk yang dipasarkan sebagai beras bervitamin dengan harga selangit ternyata tidak memiliki kandungan nutrisi yang semestinya. "Setelah kita uji di empat laboratorium kredibel, beras fortifikasi ini terbukti tidak sesuai dengan labelnya sehingga menimbulkan dugaan penipuan dengan nilai kerugian konsumen ditaksir mencapai Rp89 triliun," ujar Amran dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Terbongkar! Beras Palsu Rp13 Ribu Dijual Rp57 Ribu: Kementan Bongkar Modus Penipuan Triliunan Rupiah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Amran menjelaskan, sekitar 90 persen sampel beras fortifikasi yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar baku mutu pangan. Dari hasil uji laboratorium tersebut, Kementan mengumumkan 25 merek beras yang berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Merek-merek tersebut ditampilkan melalui inisial, yakni WFO, WFR, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, dan TAR.

Skandal ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk pangan, terutama yang mengklaim memiliki nilai tambah seperti fortifikasi. Kementan berkomitmen untuk terus mengawasi peredaran pangan demi melindungi hak dan kesehatan konsumen dari praktik-praktik curang yang merugikan. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa label dan membeli produk dari sumber terpercaya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer