Chapnews.id – Sebuah tindakan tegas diambil oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, setelah ia merasa ada yang tidak beres dengan data yang masuk ke mejanya. Melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Sabtu (26/9), Dody turun langsung ke kawasan persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk membuktikan kebenaran kondisi irigasi di wilayah tersebut.
Langkah berani ini diambil setelah Dody mencium adanya ketidaksinkronan antara laporan resmi yang disampaikan oleh jajarannya dengan realitas yang terjadi di lapangan. Selama tujuh bulan terakhir, wilayah persawahan di Bekasi dilaporkan mengalami krisis air irigasi yang cukup parah. Namun, yang membuat sang menteri gerah adalah laporan dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PU yang justru menunjukkan kondisi yang seolah-olah aman dan terkendali.

"Sebenarnya semuanya berawal dari kecurigaan saya atas laporan-laporan selama ini dari teman-teman Sumber Daya Air," ungkap Dody saat berada di tengah hamparan sawah yang kering di Bekasi. Ia merasa ada kejanggalan yang sangat mencolok ketika data administratif yang ia terima selalu menunjukkan hasil yang positif atau "baik-baik saja," padahal situasi di lapangan berkata sebaliknya.
Dody menjelaskan bahwa kecurigaannya semakin kuat setelah ia membaca berbagai pemberitaan dari media massa. Banyak media melaporkan adanya dampak kekeringan yang nyata di berbagai daerah, termasuk Bekasi. Namun, ketika ia menanyakan hal tersebut kepada tim internalnya di Kementerian PU, jawaban yang didapat selalu menunjukkan bahwa kondisi sumber daya air dalam keadaan stabil.
"Kok laporannya positif terus? Padahal fakta di lapangan tidak seperti itu. Saya melihat banyak pemberitaan media melaporkan kekeringan, tapi tim saya sendiri mengatakan semuanya baik-baik saja. Jadi saya curiga," tegasnya dengan nada bicara yang lugas.
Menurut Dody, ia sebenarnya sudah lama merencanakan kunjungan lapangan untuk melakukan verifikasi langsung. Namun, agenda tersebut sempat tertunda karena ia harus memprioritaskan penanganan berbagai bencana alam yang terjadi di berbagai daerah lain. Setelah urusan darurat tersebut selesai, ia merasa tidak bisa lagi menunda untuk memastikan apakah laporan bawahannya selama ini benar atau hanya sekadar formalitas belaka.
Dalam orasinya di hadapan warga dan petani yang terdampak, Dody juga memberikan sindiran keras mengenai fenomena pemberian harapan palsu atau "PHP" dalam birokrasi. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada lagi manipulasi data yang merugikan masyarakat, terutama petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi untuk keberlangsungan hidup mereka.
Sidak ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran di Kementerian PU agar lebih jujur dan akurat dalam melaporkan kondisi infrastruktur sumber daya air. Melalui temuan langsung ini, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kekeringan di Bekasi agar tidak semakin memperburuk kondisi ketahanan pangan nasional. Melansir informasi lebih lanjut, detail mengenai langkah perbaikan irigasi akan segera dikaji melalui laporan terbaru dari lapangan. Melansir dari chapnews.id.

