Ads - After Header

Wajah Baru Anak Kali Krukut Tanpa Penggusuran

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan sebuah proyek ambisius untuk mengubah wajah kawasan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Alih-alih hanya melakukan pengerukan lumpur seperti biasanya, Pemprov DKI berencana melakukan penataan kawasan secara terpadu sepanjang 2,3 kilometer. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan layak huni bagi warga sekitar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pendekatan yang diambil kali ini jauh lebih komprehensif. Penanganan di wilayah tersebut tidak lagi hanya berfokus pada normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi, melainkan mencakup pembangunan infrastruktur pendukung yang lebih modern. Rencana besar ini meliputi pembangunan turap untuk memperkuat bantaran, penyediaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) komunal yang lebih layak, hingga program penghijauan di sepanjang aliran sungai.

Wajah Baru Anak Kali Krukut Tanpa Penggusuran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam kunjungannya untuk meninjau langsung proses pengerukan di lapangan pada Senin (28/9), Pramono menyatakan bahwa penataan ini harus dilakukan secara matang. "Kita akan menata ini menjadi kawasan terpadu sepanjang 2,3 kilometer. Ini bukan sekadar menggali lumpur, tapi mencakup pembangunan turap, penataan MCK yang lebih baik, serta penghijauan agar lingkungan lebih asri," ungkapnya.

Satu hal yang menjadi perhatian utama masyarakat adalah isu penggusuran. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Pramono memberikan jaminan tegas bahwa proyek penataan ini tidak akan melibatkan penggusuran warga. Pemerintah menyadari bahwa mayoritas penduduk di kawasan tersebut telah menetap selama puluhan tahun dan menggantungkan mata pencaharian mereka di sana.

"Kami tidak melakukan penggusuran karena masyarakat rata-rata sudah tinggal puluhan tahun di sini. Fokus kami adalah merapikan fasilitas penunjang seperti MCK agar lebih bersih dan sehat, sehingga lingkungan mereka menjadi lebih layak," tambah Pramono.

Terkait lini masa pengerjaan, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk segera mempresentasikan rencana teknis secara mendalam pada pekan depan. Targetnya, pekerjaan fisik skala besar akan mulai digulirkan pada awal tahun 2027 dan diproyeksikan rampung sepenuhnya pada tahun 2028.

Saat ini, proses pengerukan sedimentasi di Anak Kali Krukut yang melintasi tiga kelurahan—Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Kampung Bali—sedang berjalan dengan pembagian lima segmen. Namun, tantangan besar muncul di lapangan, terutama terkait kepadatan permukiman yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat mobilisasi alat berat menjadi sangat terbatas, sehingga sebagian pengangkutan material lumpur harus dilakukan secara manual oleh petugas.

Di tengah upaya pemerintah melakukan perbaikan infrastruktur, Pramono juga menitipkan pesan penting kepada seluruh warga Jakarta. Ia meminta masyarakat untuk mengubah pola hidup dengan tidak lagi membuang sampah ke aliran sungai. Menurutnya, segala upaya perbaikan fisik akan menjadi sia-sia jika kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai tidak tumbuh.

"Percuma kita lakukan perbaikan besar-besaran jika kebiasaan membuang sampah ke sungai masih ada. Hal itu hanya akan membuat sungai cepat tersumbat kembali," pungkasnya. Melalui proyek ini, Pemprov DKI berharap Anak Kali Krukut tidak lagi menjadi sumber masalah banjir, melainkan menjadi kawasan pemukiman yang bersih dan tertata di jantung ibu kota.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer