Chapnews.id – Wajah transportasi publik di ibu kota terus menunjukkan dinamika yang menarik untuk disimak. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, terdapat tren kenaikan jumlah pengguna moda transportasi massal secara tahunan hingga periode Agustus 2026. Fenomena ini mencakup tiga pilar utama transportasi Jakarta, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.
Secara akumulatif dalam perbandingan tahun ke tahun, minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum terlihat semakin kuat. Data menunjukkan bahwa LRT Jakarta mencatatkan lonjakan penumpang paling signifikan dengan kenaikan mencapai 9,94 persen. Disusul oleh Transjakarta yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,19 persen, serta MRT Jakarta yang tumbuh stabil di angka 1,80 persen. Angka-angka ini memberikan sinyal positif bahwa integrasi moda transportasi di Jakarta mulai membuahkan hasil dalam menarik minat komuter.

Namun, jika menilik data secara lebih mendalam pada perbandingan bulanan, situasinya justru menunjukkan arah yang berbeda. Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengungkapkan bahwa pada Agustus 2026 terjadi penurunan jumlah penumpang bulanan untuk beberapa moda utama. MRT Jakarta dan Transjakarta menjadi dua moda yang mengalami penyusutan jumlah penumpang jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Pada Agustus 2026, jumlah penumpang MRT Jakarta dan Transjakarta mengalami penurunan secara bulanan, masing-masing sebesar 12,56 persen dan 5,82 persen," ujar Kadarmanto dalam keterangannya yang dikutip dari Antara.
Penurunan jumlah penumpang ini ternyata berbanding lurus dengan fluktuasi jumlah operasional armada di lapangan. Pada periode tersebut, operasional MRT Jakarta tercatat sebanyak 8.081 perjalanan, yang berarti mengalami penurunan sebesar 2,74 persen secara bulanan, meski secara tahunan angka ini sebenarnya naik tipis 0,01 persen.
Kondisi berbeda justru terlihat pada LRT Jakarta. Di tengah tren penurunan moda lain, LRT Jakarta justru menunjukkan performa yang tangguh. Jumlah penumpangnya naik sebesar 6,31 persen secara bulanan. Dari sisi operasional, LRT mencatatkan 6.324 perjalanan, sebuah angka yang relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat tipis 0,03 persen secara tahunan.
Sementara itu, untuk armada Transjakarta, tercatat ada sekitar 4.741 unit yang beroperasi pada Agustus 2026. Secara bulanan, jumlah armada ini sebenarnya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8 persen. Namun, jika ditarik ke belakang secara tahunan, jumlah armada Transjakarta justru mengalami penurunan sebesar 6,17 persen.
Fluktuasi data ini memberikan gambaran bahwa meskipun secara jangka panjang penggunaan transportasi umum di Jakarta terus tumbuh, namun dalam jangka pendek, faktor operasional dan pola perjalanan bulanan masyarakat masih sangat dinamis. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi layanan agar tren kenaikan tahunan dapat terus dipertahankan. Melansir laporan dari chapnews.id, pemantauan terhadap ketersediaan armada dan ketepatan waktu perjalanan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.


