Ads - After Header

Strategi Ampuh Cegah Gagal Panen

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Ancaman gagal panen yang membayangi sektor pertanian akibat intrusi air laut kini tengah menjadi fokus utama pemerintah. Sebagai langkah konkret untuk melindungi kesejahteraan petani, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara masif melakukan percepatan penanganan intrusi air laut di wilayah Lampung Selatan. Langkah strategis ini difokuskan untuk menyelamatkan sekitar 8.000 hektare lahan pertanian yang berada di kawasan Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang.

Upaya ini dilakukan dengan tujuan utama memastikan aliran air tetap lancar dan menjaga ketersediaan air baku bagi lahan pertanian masyarakat. Dengan terjaganya kualitas dan kuantitas air, risiko gagal panen akibat masuknya air laut ke lahan pertanian dapat diminimalisir secara signifikan.

Strategi Ampuh Cegah Gagal Panen
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur sumber daya air merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan produksi pangan di tingkat nasional. Menurutnya, infrastruktur yang tangguh dan andal akan memberikan kepastian layanan air bagi para petani, yang pada akhirnya akan menjaga stabilitas produktivitas pertanian di Indonesia.

"Kehadiran infrastruktur sumber daya air sangat krusial untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan nasional tetap terjaga dengan aman," ujar Menteri Dody dalam keterangannya.

Dalam teknis pelaksanaannya, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung telah menggerakkan serangkaian proyek perbaikan infrastruktur. Fokus utama pekerjaan ini terletak pada jaringan saluran yang terhubung langsung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi.

Rincian pekerjaan mencakup normalisasi saluran suplesi dari Sungai Way Sekampung menuju SPS Sragi dengan panjang sekitar 1,3 kilometer. Selain itu, dilakukan pula normalisasi pada SPS Sragi sepanjang 3,2 kilometer. Jika ditotalkan, terdapat sekitar 4,5 kilometer jaringan saluran yang sedang dan telah dioptimalkan kapasitasnya.

Proses normalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air menuju jaringan irigasi. Dengan aliran yang lebih lancar, suplai air untuk kebutuhan pertanian dapat tersalurkan secara lebih optimal dan merata ke seluruh lahan petani.

Tidak hanya berhenti pada normalisasi saluran, Kementerian PU juga telah menuntaskan perbaikan pada komponen vital lainnya. Tercatat, sebanyak empat unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang telah berhasil diperbaiki. Selain itu, pemerintah juga telah memasang tiga unit gorong-gorong dengan total panjang mencapai 30 meter, yang diperkuat dengan konstruksi pasangan batu kali guna menjamin ketahanan jangka panjang.

Melalui serangkaian perbaikan infrastruktur ini, pemerintah berharap stabilitas pangan di wilayah Lampung Selatan dapat terjaga, sekaligus memberikan rasa aman bagi para petani dalam mengelola lahan mereka dari ancaman perubahan iklim dan intrusi air laut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer