Chapnews.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela menutup sesi perdagangan terakhir dengan koreksi yang cukup signifikan, merosot ke level 6.031. Penurunan ini mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat di berbagai sektor unggulan.
Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG mengalami pelemahan sebesar 115,44 poin atau setara dengan penurunan 1,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi ini memberikan sentimen negatif bagi para investor yang tengah memantau pergerakan pasar modal tanah air.

Jika menilik komposisi pergerakan saham, dominasi tekanan jual terlihat sangat nyata. Dari sekian banyak emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 518 saham terpantau mengalami penurunan harga. Di sisi lain, hanya terdapat 187 saham yang berhasil mencatatkan penguatan, sementara 258 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti.
Aktivitas transaksi di bursa pada hari tersebut tercatat cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp12,5 triliun. Volume perdagangan juga menunjukkan angka yang masif, yakni sebanyak 57,2 miliar saham yang berpindah tangan selama sesi perdagangan berlangsung.
Koreksi tajam ini tidak hanya menghantam indeks utama, tetapi juga merembet ke berbagai indeks saham lainnya. Indeks LQ45, yang menjadi acuan saham-saham dengan likuiditas tinggi, terkoreksi 1,99 persen ke level 593. Senada dengan itu, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga merosot 2,06 persen ke level 359. Indeks IDX30 turut melemah 1,66 persen ke level 330, sementara indeks MNC36 turun 1,90 persen ke level 261.
Secara sektoral, mayoritas sektor berada dalam zona merah atau mengalami penurunan. Sektor energi, konsumer non-siklikal, properti, bahan baku, keuangan, teknologi, konsumer siklikal, infrastruktur, hingga industri semuanya mencatatkan performa yang kurang memuaskan. Di tengah badai penurunan tersebut, hanya sektor transportasi dan kesehatan yang mampu bertahan dan menunjukkan performa positif dengan bergerak di zona hijau.
Meski pasar secara keseluruhan melemah, terdapat beberapa saham yang justru tampil menonjol sebagai pemimpin penguatan atau top gainers. PT Atlas Resources Tbk (ARII) menjadi salah satu yang paling mencolok dengan lonjakan harga sebesar 24,86 persen ke level Rp452 per saham. Menyusul di posisi berikutnya, PT Penta Valent Tbk (PEVE) mencatatkan kenaikan 24,85 persen ke harga Rp412. Tak ketinggalan, PT Steady Safe Tbk (SAFE) juga berhasil terbang 24,83 persen hingga menyentuh angka Rp905.
Para pelaku pasar kini tengah menanti sentimen global dan domestik selanjutnya untuk melihat apakah pelemahan ini merupakan koreksi teknis sementara atau awal dari tren penurunan yang lebih panjang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai dinamika pasar modal, pantau terus pembaruan di chapnews.id.

