Ads - After Header

Targetkan Lulusan Vokasi Langsung Kerja

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah melakukan langkah besar untuk mengatasi persoalan pengangguran di Indonesia. Fokus utama saat ini adalah melakukan transformasi menyeluruh pada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) guna memastikan para lulusannya memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.

Target ambisius telah ditetapkan, yakni mencapai tingkat kebekerjaan sebesar 70 persen bagi para alumni pelatihan vokasi nasional. Langkah strategis ini diambil agar program pelatihan yang selama ini dijalankan tidak hanya sekadar memberikan sertifikat, tetapi benar-benar mampu menyalurkan tenaga kerja ke sektor industri yang membutuhkan.

Targetkan Lulusan Vokasi Langsung Kerja
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa transformasi BPVP adalah kunci utama. Menurutnya, perubahan ini sangat mendesak dilakukan agar kurikulum dan metode pelatihan yang diterapkan dapat selaras dengan dinamika dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang terus berubah dengan cepat.

"Melalui transformasi pelatihan vokasi nasional, kita berupaya memperluas akses serta meningkatkan kualitas pelatihan. Tujuannya jelas, agar program ini mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks saat ini," ujar Yassierli dalam keterangan resminya di Jakarta.

Salah satu inovasi penting yang akan diterapkan adalah penggunaan model pelatihan berbasis kebutuhan industri atau yang dikenal dengan istilah demand driven. Dalam pendekatan ini, Kemnaker tidak lagi membuat program secara mandiri, melainkan menyusun materi dan kompetensi berdasarkan permintaan nyata dari perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, keterampilan yang dipelajari peserta di balai pelatihan akan sangat relevan dengan apa yang dicari oleh para perekrut kerja.

Selain sinkronisasi kurikulum, Kemnaker juga akan memperketat pengawasan terhadap efektivitas program melalui mekanisme tracer study. Evaluasi ini akan dilakukan paling lambat dua bulan setelah peserta dinyatakan lulus dari pelatihan. Melalui studi penelusuran ini, pemerintah dapat memantau rekam jejak alumni di pasar kerja, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas program vokasi di masa mendatang.

Keberhasilan program besar ini tentu tidak bisa dipikul oleh Kemnaker sendirian. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi ini mencakup kerja sama dengan pelaku industri, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan tercipta ekosistem yang menghubungkan secara langsung antara lembaga pelatihan dengan kebutuhan rekrutmen tenaga kerja. Dengan keterhubungan yang erat ini, lulusan vokasi diharapkan tidak lagi kesulitan mencari kerja, melainkan menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional melalui keahlian teknis yang mumpuni.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer