Ads - After Header

Strategi Baru Pasok Lele untuk Makan Gratis

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih agar mampu menjadi pemasok utama protein ikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan bahwa kunci keberhasilan dalam menyuplai kebutuhan program besar ini bukan sekadar pada jumlah produksi, melainkan pada nilai tambah produk. Menurutnya, ikan hasil budi daya seperti lele dan nila tidak boleh dijual dalam bentuk mentah saja, melainkan harus diolah menjadi produk siap masak yang praktis.

Strategi Baru Pasok Lele untuk Makan Gratis
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Langkah hilirisasi ini dianggap krusial agar hasil budi daya ikan darat dapat memenuhi standar mutu, keamanan pangan, serta bentuk produk yang sesuai dengan ekspektasi konsumen, terutama pihak penyedia jasa boga. "Komoditas lele dan nila yang dikembangkan KKP perlu ditangani menjadi produk bernilai tambah. Jika kualitas dan kemudahannya terpenuhi, para pembeli atau offtaker, termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), akan sangat tertarik untuk menyerap produk tersebut," ujar Trenggono dalam keterangan resminya di Jakarta.

Saat ini, KKP telah melakukan langkah nyata dengan mengembangkan sistem budi daya ikan darat berbasis teknologi bioflok di 100 lokasi Kopdes Merah Putih yang tersebar di Pulau Jawa. Teknologi ini dipilih karena efisiensinya dalam penggunaan air dan kemampuannya menjaga kualitas ikan. Untuk memastikan hasil panen terserap pasar, KKP secara aktif mempertemukan para pengelola koperasi dengan berbagai calon pembeli potensial, mulai dari sektor perhotelan, restoran, ritel, hingga unit penyedia gizi.

Upaya menjembatani produsen dan konsumen ini mulai membuahkan hasil yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, telah diperoleh 15 surat minat atau Letter of Interest (LoI) dari berbagai pihak. Bahkan, telah ditandatangani dua perjanjian kerja sama konkret untuk penjualan produk olahan lele siap masak antara Kopdes Merah Putih dengan SPPG di wilayah Kudus dan Rembang, Jawa Tengah.

Senada dengan Menteri Trenggono, Erwin Dwiyana selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, menambahkan bahwa sektor jasa boga dan SPPG merupakan pasar yang sangat menjanjikan. Ia mendorong agar unit usaha koperasi tidak hanya berhenti pada kemampuan memproduksi ikan, tetapi juga harus naik kelas menjadi produsen produk olahan yang siap pakai.

Dengan adanya integrasi antara budi daya lokal dan kebutuhan program nasional, diharapkan ekonomi desa melalui Kopdes Merah Putih dapat tumbuh pesat, sekaligus menjamin ketersediaan protein berkualitas bagi masyarakat melalui program makan bergizi. Melansir informasi dari chapnews.id, sinergi ini diharapkan menjadi model baru bagi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas di masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer