Chapnews.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi melakukan penyegaran besar-besaran di jajaran kepemimpinan puncaknya. Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, secara resmi melantik lima pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau eselon I untuk mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan kementerian tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas kinerja birokrasi keuangan negara.
Prosesi pelantikan yang berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026 ini, didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141/TPA tahun 2026. Keputusan tersebut mengatur tentang pemberhentian serta pengangkatan pejabat dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenkeu. Perubahan ini mencakup posisi-posisi vital seperti Sekretaris Jenderal hingga Direktur Jenderal.

Dalam sambutannya, Suahasil Nazara memberikan arahan tegas kepada para pejabat yang baru saja dilantik. Ia menekankan bahwa kepemimpinan di era baru ini harus mampu meruntuhkan sekat-sekat birokrasi. Menurutnya, pejabat baru dituntut untuk membangun gaya kepemimpinan yang lebih humanis, dekat dengan para pegawai, serta mampu memperkuat sinergi antarunit kerja agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
Suahasil juga memberikan apresiasi tinggi terhadap profil para pejabat yang terpilih. Ia menilai bahwa mereka memiliki rekam jejak yang sangat mumpuni. Banyak di antara mereka yang telah melintasi berbagai unit eselon I, sehingga memiliki pemahaman yang luas mengenai dinamika kerja di Kementerian Keuangan.
"Para pejabat yang dilantik ini memiliki pengalaman yang sangat panjang di Kementerian Keuangan. Kita bisa melihat rekam jejak mereka yang berpindah dari satu unit ke unit lainnya. Ini adalah modal yang sangat baik bagi organisasi," ungkap Suahasil.
Adapun lima nama yang kini menduduki posisi kunci tersebut adalah Astera Primanto Bhakti yang dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Selain itu, Tri Budhianto resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan, sementara Nufransa Wira Sakti kini mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
Melengkapi jajaran pimpinan, Neilmaldrin Noor dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, dan Hidayat Amir mengisi posisi Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.
Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa pengalaman lintas unit sangat krusial bagi Kemenkeu yang merupakan organisasi berskala raksasa. Dengan pemahaman yang menyeluruh terhadap berbagai fungsi, para pejabat diharapkan mampu menemukan titik temu dan solusi atas berbagai tantangan kebijakan yang saling berkaitan antarinstansi.
Ia menutup arahannya dengan peringatan keras mengenai pentingnya kolaborasi. Suahasil menegaskan bahwa tidak ada satu pun tugas besar di Kemenkeu yang bisa diselesaikan secara terisolasi oleh satu unit saja. "Tidak ada tanggung jawab Kementerian Keuangan yang dapat dikerjakan hanya oleh kotak yang Anda isi sendiri. Saudara harus bekerja sama dengan seluruh unit eselon I yang ada," pungkasnya.

