Ads - After Header

Warga Jakarta Makin Pintar Kelola Uang

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Warga DKI Jakarta menunjukkan tren positif dalam pemahaman mengenai pengelolaan keuangan pribadi. Berdasarkan data terbaru dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta berhasil mengukuhkan posisinya sebagai provinsi dengan tingkat literasi keuangan tertinggi di Indonesia.

Angka Indeks Literasi Keuangan (ILK) di ibu kota kini menyentuh angka 84,01 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta semakin cerdas dalam memahami produk, risiko, serta manfaat dari berbagai instrumen keuangan yang tersedia. Tidak hanya sekadar tahu, tingkat inklusi keuangan atau akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan juga melonjak drastis hingga mencapai angka 99,74 persen.

Warga Jakarta Makin Pintar Kelola Uang
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tingginya angka ini mencerminkan bahwa hampir seluruh lapisan masyarakat Jakarta telah bersentuhan dengan layanan perbankan maupun lembaga keuangan non-bank lainnya. Namun, tingginya akses ini bukan tanpa tantangan. Pemerintah daerah menekankan bahwa kemudahan akses harus dibarengi dengan edukasi yang mendalam agar masyarakat tidak terjebak dalam penggunaan produk keuangan yang salah.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan catatan penting terkait keberlanjutan program ini. Menurutnya, perluasan akses keuangan tidak boleh berhenti pada penyediaan layanan saja, tetapi harus dibarengi dengan pendampingan yang intensif bagi masyarakat kecil.

"Program digitalisasi pasar inklusif ini tidak boleh berhenti di tengah jalan. Kita harus memastikan bahwa layanan keuangan digital benar-benar bisa digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi para pedagang pasar serta pelaku usaha mikro secara berkelanjutan," ujar Rano dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Rano menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan para pedagang pasar dapat memanfaatkan teknologi keuangan untuk memperkuat modal dan mengelola arus kas usaha mereka. Ia melihat bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, regulator keuangan, dan industri jasa keuangan merupakan kunci utama dalam mendorong transformasi ekonomi di pasar-pasar rakyat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemberdayaan pedagang melalui literasi keuangan akan membantu mereka meningkatkan daya saing. Dengan pemahaman keuangan yang baik, pelaku usaha kecil dapat lebih mudah mengakses pembiayaan formal, menghindari praktik pinjaman ilegal yang merugikan, serta mampu merencanakan pengembangan usaha dalam jangka panjang.

Sejalan dengan visi tersebut, Bank Jakarta kini tengah gencar melakukan ekspansi program literasi dan inklusi keuangan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui penguatan sektor keuangan di tingkat akar rumput, Jakarta optimis dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh menghadapi tantangan global di masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer