Ads - After Header

Ubah Limbah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Limbah dapur yang selama ini dianggap tidak bernilai kini tengah disulap menjadi sesuatu yang sangat berharga. Pertamina, melalui anak perusahaannya Pertamina Patra Niaga, tengah bergerak masif untuk membangun ekosistem pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO). Langkah ambisius ini bukan sekadar upaya pengelolaan limbah biasa, melainkan strategi besar untuk menciptakan sumber energi masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Minyak jelantah yang dikumpulkan dari masyarakat nantinya tidak akan dibuang begitu saja ke saluran air yang dapat mencemari lingkungan. Sebaliknya, cairan sisa penggorengan ini akan menjadi bahan baku utama dalam pengembangan produk energi terbarukan. Dua produk unggulan yang menjadi target utama adalah Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat berkelanjutan, serta Green Gasoline atau bensin hijau.

Ubah Limbah Jadi Bahan Bakar Pesawat
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam menjalankan misi ini, Pertamina Patra Niaga berupaya merangkul berbagai lapisan masyarakat. Mereka mendorong partisipasi aktif dari sektor rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner untuk tidak membuang minyak bekas mereka secara sembarangan. Untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar dan terstruktur, Pertamina menggunakan berbagai kanal pengumpulan, termasuk bekerja sama dengan koperasi-koperasi di berbagai wilayah.

Upaya membangun ekosistem dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat menciptakan sirkular ekonomi yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat. Dengan adanya sistem pengumpulan yang terorganisir, limbah yang tadinya menjadi beban lingkungan kini berubah menjadi komoditas energi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada di tengah masyarakat. Menurutnya, langkah ini sangat krusial dalam mendukung agenda transisi energi nasional menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pengembangan SAF menjadi salah satu poin paling menarik dalam proyek ini. Sektor penerbangan selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar. Dengan hadirnya bahan bakar berbasis minyak jelantah, industri penerbangan memiliki alternatif energi yang lebih rendah emisi, sehingga dapat membantu menekan dampak perubahan iklim secara global.

Melalui integrasi antara pengelolaan limbah dan inovasi teknologi energi, Pertamina berupaya membuktikan bahwa transisi energi dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita, seperti minyak goreng bekas di dapur. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan ekonomi hijau yang lebih luas di Indonesia, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai solusi energi masa depan. Melansir laporan dari chapnews.id, inisiatif ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap melangkah menuju era energi baru yang lebih berkelanjutan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer