Chapnews.id – Kabar baik menyelimuti para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di tanah air. Berdasarkan pantauan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan nasional menunjukkan tren yang cukup positif pada Rabu (4/11/2026). Mayoritas harga kebutuhan pokok di pasar mengalami penurunan, memberikan sedikit napas lega bagi daya beli masyarakat.
Penurunan harga yang paling mencolok terlihat pada kelompok komoditas cabai. Setelah sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir, harga berbagai jenis cabai kini mulai melandai. Cabai rawit hijau mencatatkan penurunan paling signifikan, yakni mencapai angka 21,19 persen, sehingga harganya kini berada di level Rp62.850 per kilogram. Tak ketinggalan, cabai rawit merah juga mengalami koreksi harga sebesar 12,58 persen menjadi Rp86.900 per kilogram.

Kondisi serupa juga terjadi pada cabai merah besar yang harganya merosot tajam sebesar 11,96 persen ke angka Rp63.650 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting juga ikut turun tipis sebesar 1,48 persen menjadi Rp83.050 per kilogram. Penurunan di sektor bumbu dapur ini diharapkan dapat menekan biaya produksi bagi para pedagang makanan.
Beralih ke kelompok bumbu lainnya, bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren penurunan. Harga bawang merah tercatat turun 1,62 persen menjadi Rp36.500 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih mengalami penurunan yang lebih dalam, yakni sebesar 3,49 persen, sehingga kini dibanderol dengan harga Rp37.300 per kilogram.
Sektor beras menunjukkan dinamika yang sedikit berbeda. Meskipun sebagian besar jenis beras mengalami penurunan harga, terdapat kenaikan tipis pada beras kualitas bawah I sebesar 1 persen menjadi Rp15.100 per kilogram. Namun, hal ini tertutupi oleh penurunan harga pada jenis beras lainnya. Beras medium I turun 1,5 persen menjadi Rp16.400 per kilogram, sementara beras medium II turun 2,73 persen menjadi Rp16.050 per kilogram. Untuk kategori premium, beras kualitas super I turun 4,43 persen ke angka Rp17.250 per kilogram, dan kualitas super II turun 3,14 persen menjadi Rp16.950 per kilogram.
Kabar menggembirakan juga datang dari sektor protein hewani. Harga daging ayam ras segar terpantau turun 3,54 persen menjadi Rp38.100 per kilogram. Bagi pecinta daging sapi, harga daging sapi kualitas I juga mengalami penurunan 2,64 persen ke angka Rp149.250 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II turun 4,37 persen menjadi Rp137.950 per kilogram.
Secara keseluruhan, tren penurunan harga pada mayoritas komoditas strategis ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas inflasi pangan nasional. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum penurunan harga ini untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan lebih efisien. Pantauan harga ini terus dilakukan secara berkala guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga di pasar tetap terjaga.


