Ads - After Header

Lahan Tambang Miliaran Rupiah untuk Kopassus

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi melakukan langkah strategis dengan menyerahkan aset negara berupa lahan eks tambang batu bara kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan). Langkah ini diambil guna memperkuat infrastruktur dan operasional Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam menjaga kedaulatan negara.

Aset yang dialihkan tersebut mencakup lahan seluas 137,1 hektare yang terletak di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang dihimpun, lahan yang terdiri dari 102 bidang tanah ini memiliki nilai perolehan yang fantastis, yakni mencapai Rp70,68 miliar.

Lahan Tambang Miliaran Rupiah untuk Kopassus
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Proses pengalihan status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) ini telah diresmikan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada Jumat (6/11/2026). Lahan yang sebelumnya merupakan area aktif pertambangan ini berasal dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT Multi Harapan Utama (MHU). Dengan adanya peralihan ini, fungsi lahan yang semula ditujukan untuk sektor energi kini bertransformasi menjadi aset vital untuk kepentingan pertahanan nasional.

Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM, Rakhmawati, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan wujud nyata sinergi antarinstansi pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara kementerian sangat diperlukan untuk memastikan seluruh aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama yang berkaitan dengan stabilitas keamanan nasional.

"Dukungan terhadap kebutuhan pertahanan negara memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk melalui pemanfaatan aset yang dikuasai pemerintah," ungkap Rakhmawati dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Lebih lanjut, Rakhmawati menekankan bahwa posisi Indonesia yang berada di kawasan strategis menuntut kesiapan yang matang dalam berbagai aspek. Selain ketahanan energi, ketahanan infrastruktur pertahanan juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kedaulatan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki nilai strategis tinggi.

"Sebagai negara yang berada di garis depan kawasan strategis, keberlanjutan dan ketahanan energi menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang keamanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan," tambahnya.

Langkah pengalihan lahan eks tambang ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi Kopassus untuk mengembangkan fasilitas pendukung latihan maupun operasional lainnya. Dengan luas lahan mencapai lebih dari 1,3 juta meter persegi, aset ini diprediksi akan menjadi bagian penting dalam peta kekuatan pertahanan darat di wilayah Kalimantan.

Melalui kebijakan ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam mengelola sumber daya alam tidak hanya untuk keuntungan ekonomi semata, tetapi juga untuk memperkuat fondasi keamanan negara melalui optimalisasi aset-aset yang sudah ada. Informasi lebih lanjut mengenai pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesiapan militer Indonesia di masa depan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer