Chapnews.id – Lanskap investasi di Indonesia tengah mengalami transformasi besar seiring dengan melonjaknya jumlah partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Berdasarkan data terbaru, jumlah investor di pasar modal tanah air kini telah menembus angka yang sangat signifikan, yakni mendekati 34 juta orang. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya instrumen investasi semakin meningkat secara masif.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, memaparkan bahwa dari total populasi investor tersebut, terdapat sekitar 10 juta orang yang secara aktif melakukan transaksi saham di bursa. Menariknya, dinamika pasar saat ini tidak lagi didominasi oleh pemain besar atau institusi semata, melainkan mulai digerakkan oleh kekuatan investor ritel.

Dalam ajang Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang digelar pada Sabtu (7/11/2026), Irvan menjelaskan bahwa kontribusi investor ritel terhadap total volume transaksi di pasar modal mencatatkan angka yang sangat dominan. Sepanjang periode 2025 hingga 2026, kelompok investor ritel ini tercatat menguasai hampir 60 persen dari keseluruhan aktivitas transaksi saham di Indonesia.
"Jumlah investor pasar modal Indonesia sudah mencapai hampir 34 juta investor. Dari angka tersebut, sekitar 10 juta di antaranya merupakan investor yang aktif bertransaksi saham di pasar modal kita saat ini," ujar Irvan di hadapan para peserta CMSE 2026.
Lebih lanjut, Irvan membedah mengenai intensitas transaksi harian di bursa. Ia menyebutkan bahwa pada masa puncaknya, rata-rata jumlah investor yang melakukan transaksi setiap hari sempat menyentuh angka hampir 400.000 orang. Meski saat ini angka tersebut mengalami sedikit penyesuaian ke kisaran 287.000 hingga 290.000 investor per hari, namun stabilitas pasar tetap terjaga dengan baik.
Salah satu poin penting yang menunjukkan ketangguhan pasar modal Indonesia adalah daya tahan para investornya. Irvan menekankan bahwa meskipun kondisi pasar sedang mengalami tekanan atau volatilitas tinggi, antusiasme pelaku pasar tidak lantas hilang.
"Bahkan dalam kondisi pasar yang paling menantang sekalipun, jumlah investor yang tetap bertransaksi masih konsisten berada di atas angka 200.000 investor," tambahnya.
Dominasi investor ritel ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan basis modal domestik. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menempatkan dana mereka di pasar saham, ketergantungan pasar modal Indonesia terhadap aliran dana asing dapat semakin berkurang, sehingga menciptakan ekosistem pasar yang lebih mandiri dan stabil dalam jangka panjang. Melalui perkembangan ini, diharapkan literasi keuangan masyarakat terus tumbuh seiring dengan meningkatnya jumlah akun investor baru.

