Chapnews – Nasional – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kabar gembira bagi jemaah haji Indonesia. Akses eksklusif dan lebih baik ke rumah sakit di Arab Saudi kini telah tersedia. Hal ini disampaikan Budi dalam konferensi pers Jumat (2/5), seperti dikutip dari Antara.
"Sekarang jumlah tenaga kesehatan kita di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) bisa berkurang karena jemaah haji Indonesia mendapat akses lebih baik dan eksklusif ke rumah sakit-rumah sakit Saudi," ungkap Menkes. Dengan kemudahan ini, waktu perawatan di KKHI diharapkan dapat diminimalisir.

Menkes Budi juga menyinggung penurunan angka kematian jemaah haji. Pada tahun 2023, angka kematian mencapai puncaknya yaitu 773 orang. Namun, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 461 pada tahun 2024. Penurunan ini, menurutnya, berkat sejumlah faktor, termasuk peningkatan proses pengecekan kesehatan sejak dini dan pengetatan prosedur pemeriksaan kesehatan.
Lebih lanjut, Menkes Budi menekankan pentingnya menjaga kesehatan jemaah haji. Angka kematian yang tinggi berpotensi berdampak negatif pada persyaratan keberangkatan haji di masa mendatang, termasuk kenaikan premi asuransi.
Pemerintah Arab Saudi, lanjut Menkes, telah menyediakan daftar organisasi atau perusahaan yang ditunjuk untuk melayani kesehatan jemaah haji dari berbagai negara. Indonesia telah memilih satu grup yang juga dipilih oleh India, yang akan mendistribusikan jemaah ke rumah sakit-rumah sakit di seluruh Arab Saudi. Dengan sistem ini, diharapkan pelayanan kesehatan semakin optimal dan kebutuhan tenaga kesehatan Indonesia di Arab Saudi dapat dikurangi, sehingga kuota jemaah haji dapat dioptimalkan.


