Chapnews – Nasional – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengirimkan pesan penting kepada seluruh kader partai dari balik jeruji besi. Melalui surat yang dibagikan oleh Politikus PDIP Guntur Romli via akun X @GunRomli pada Jumat (11/4) lalu, Hasto memberikan instruksi tegas terkait upaya pengambilalihan partai. chapnews.id telah mendapatkan konfirmasi dari Guntur Romli terkait isi surat tersebut.
Dalam suratnya, Hasto menekankan pentingnya loyalitas seluruh kader dan anggota kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia menulis, "Seluruh kader dan anggota harus menunjukkan loyalitas terbesar ke Ibu Mega," seraya menambahkan peringatan keras, "Hati-hati terhadap upaya yang mau ambil alih partai." Namun, Hasto tidak merinci pihak-pihak yang dimaksud dalam peringatan tersebut.

Meskipun berada di penjara karena tersandung kasus dugaan suap pengurusan PAW Harun Masiku dan perintangan penyidikan, Hasto mengaku dalam kondisi sehat dan bugar. Ia bahkan berhasil menurunkan berat badan dari 82,4 kilogram menjadi 76 kilogram berkat puasa dan olahraga rutin. "Jangan sampai orang berpikir bahwa saya kurus karena menderita. Saya penuh semangat dan tekad dengan membaca," ujarnya dalam surat tersebut.
Kasus yang menjerat Hasto berkaitan dengan dugaan suap kepada mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp600 juta untuk mengurus penetapan PAW anggota DPR periode 2019-2024, Harun Masiku. Hasto didakwa melakukan hal tersebut bersama-sama Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri, serta Harun Masiku sendiri. Donny saat ini berstatus tersangka, Saeful Bahri telah divonis bersalah, sementara Harun Masiku masih buron. Peringatan Hasto dari dalam penjara ini pun menimbulkan spekulasi dan pertanyaan di kalangan publik terkait dinamika internal PDIP.



