Chapnews – Ekonomi – Heboh! Ayam Goreng Widuran, rumah makan legendaris yang telah berdiri lebih dari setengah abad di Solo, mendadak jadi perbincangan hangat. Bukan karena kelezatannya yang tersohor, melainkan karena terungkapnya menu non-halal di tempat makan tersebut. Kabar ini sontak membuat gempar, terutama bagi pelanggan muslim yang selama ini setia menikmati sajiannya. Siapa gerangan sosok di balik bisnis kuliner ini yang kini tengah diterpa kontroversi?
Berbagai sumber menyebutkan, pemilik Ayam Goreng Widuran yang akrab disapa Pak Widuran, memulai usahanya sejak tahun 1973 dari sebuah gerobak sederhana di Solo. Resep turun temurun keluarga menjadi kunci suksesnya hingga mampu mendirikan rumah makan yang dikenal lintas generasi. Namun, pengakuan adanya menu non-halal yang baru diungkap belakangan ini menimbulkan kontroversi besar. Kekecewaan dan rasa terkejut pelanggan pun meluap, memicu pertanyaan besar tentang transparansi dan tanggung jawab usaha kuliner terhadap konsumen.

Menanggapi polemik ini, Wali Kota Solo langsung turun gunung dan melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya? Operasional Ayam Goreng Widuran dihentikan sementara. Langkah ini diambil agar pengelola dapat mengevaluasi bahan baku dan memperbaiki strategi komunikasi dengan pelanggan. Penutupan sementara juga bertujuan menjaga ketertiban dan kepercayaan publik. Pemerintah setempat berjanji akan memperketat pengawasan terhadap restoran lain, khususnya yang belum bersertifikasi halal, untuk melindungi konsumen dan mencegah konflik serupa. Kisah Ayam Goreng Widuran ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap standar kehalalan dalam bisnis kuliner.



