Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia tengah membidik Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk menjadi sentra produksi susu nasional. Target ambisius ini didorong oleh lonjakan kebutuhan susu di pasar domestik yang kian mendesak. Wonosobo diyakini memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal untuk pengembangan sektor sapi perah maupun sapi pedaging.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan, peluang investasi di subsektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar. Ia secara khusus menyoroti potensi besar dalam pengembangan sapi perah dan sapi pedaging. Menurutnya, permintaan pasar terhadap produk-produk peternakan sangat tinggi dan stabil, menawarkan kepastian bagi para investor. "Saya mengundang investasi di bidang peternakan, karena jika Anda memelihara sapi perah, susunya pasti laku, begitu juga daging dari sapi pedaging," tegas Sudaryono, seperti dilansir pada Minggu (26/4/2026).

Sudaryono lebih lanjut menjelaskan, tren peningkatan kebutuhan susu nasional terus berlanjut. Kondisi terkini menunjukkan bahwa hampir seluruh produksi susu dari sentra peternakan yang sudah ada telah terserap habis untuk mendukung implementasi program strategis pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Fenomena ini, menurutnya, membuka peluang emas bagi daerah-daerah baru, termasuk Wonosobo, untuk turut serta memasok kebutuhan susu yang terus melonjak. "Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini adalah kesempatan yang sangat baik," imbuhnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan potensi sumber daya yang dimiliki, Wonosobo diharapkan mampu bertransformasi menjadi tulang punggung produksi susu nasional, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor peternakan.
Oleh Tangguh Yudha, Jurnalis – Minggu, 26 April 2026 | 11:00 WIB


