Chapnews – Nasional – Banjir bandang yang melanda Aceh sejak Rabu (26/11) pagi, menyebabkan dampak yang sangat signifikan bagi masyarakat. Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menyebabkan pemadaman listrik total di sejumlah wilayah dan gangguan jaringan internet yang melumpuhkan aktivitas warga.
Pemadaman listrik ini disebabkan oleh robohnya tower transmisi 150 KV di ruas Arun-Bireuen akibat terjangan banjir bandang. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh personel untuk memulihkan pasokan listrik secepat mungkin. "Bencana alam ini mengakibatkan pasokan listrik di sebagian wilayah Aceh mengalami gangguan," ujarnya. Hingga pukul 18:20 WIB, listrik masih padam di sejumlah wilayah terdampak banjir.

Selain listrik, jaringan internet di Aceh juga mengalami gangguan sejak pagi hari. Warga mengeluhkan lambatnya koneksi internet, bahkan untuk mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp. "Untuk mengirim pesan lewat WhatsApp saja pending. Apalagi buka aplikasi untuk transaksi," keluh Umar, seorang warga Banda Aceh.
Sementara itu, sembilan daerah di Provinsi Aceh telah menetapkan status darurat bencana banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak sepekan terakhir. Daerah-daerah tersebut meliputi Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat. Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, menjelaskan bahwa penetapan status darurat ini dikeluarkan oleh masing-masing kepala daerah berdasarkan kondisi terkini di wilayahnya.



