Ads - After Header

Aceh Timur Punya Huntara Baru! Apa Saja Fasilitasnya?

Ahmad Dewatara

Aceh Timur Punya Huntara Baru! Apa Saja Fasilitasnya?

Chapnews – Ekonomi – Kabupaten Aceh Timur kini memiliki harapan baru bagi warga terdampak banjir. Hunian Sementara (Huntara) Simpang Ulim resmi diresmikan pada Rabu, 28 Januari 2026, sebagai langkah cepat pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana alam.

Kehadiran kompleks hunian transisi ini bukan sekadar tempat bernaung, melainkan sebuah solusi komprehensif yang dirancang untuk memastikan warga terdampak memiliki akses terhadap lingkungan hidup yang aman, sehat, dan kondusif. Huntara ini juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, menopang kehidupan komunitas selama fase krusial pemulihan, sembari menunggu pembangunan hunian permanen.

Aceh Timur Punya Huntara Baru! Apa Saja Fasilitasnya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Proyek pembangunan Huntara di Aceh Timur ini digarap oleh PT Hutama Karya (Persero), salah satu BUMN konstruksi terkemuka. Total 45 unit hunian telah disiapkan untuk 45 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat. Distribusi unit-unit tersebut tersebar di dua lokasi strategis: 35 unit berlokasi di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, dan 10 unit lainnya dibangun di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim.

Untuk menjamin kenyamanan dan keberlangsungan hidup yang layak, setiap kompleks Huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang esensial. Fasilitas tersebut mencakup toilet terpisah untuk pria dan wanita, dapur umum yang memadai, area khusus untuk mencuci, ruang komunal sebagai pusat interaksi warga, serta area bermain anak yang aman. Kelengkapan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari dan menjaga kualitas hidup penghuni.

Proses pembangunan Huntara Simpang Ulim juga menghadapi tantangan tersendiri, termasuk pemulihan akses jalan yang sempat terputus akibat jebolnya tanggul di fase awal proyek. Selain itu, tim juga melakukan pembersihan lahan di area perkebunan eksisting dan penataan lingkungan secara menyeluruh. Dengan melibatkan hingga 172 tenaga kerja, termasuk kontribusi signifikan dari pekerja lokal, Hutama Karya memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar mutu tinggi dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.

Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, dalam keterangannya pada Rabu (28/1/2026), menegaskan bahwa proyek ini merupakan fase transisi krusial. "Pembangunan ini dirancang sebagai tahap transisi menuju hunian permanen, sehingga pemerintah dan para pemangku kepentingan memiliki waktu yang memadai untuk menyiapkan perencanaan lanjutan tanpa mengesampingkan kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan," jelas Mardiansyah, seperti dikutip dari chapnews.id.

Peresmian Huntara Simpang Ulim ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam meringankan beban korban bencana dan mempercepat proses pemulihan. Diharapkan, fasilitas ini dapat menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik dan stabil bagi seluruh keluarga yang terdampak di Aceh Timur.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer