Ads - After Header

Agam Mencekam! Warga Tak Bisa Tidur Dihantui Banjir

Ahmad Dewatara

Agam Mencekam! Warga Tak Bisa Tidur Dihantui Banjir

Chapnews – Nasional – Mencekamnya situasi di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah memaksa ratusan jiwa hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Ancaman banjir bandang susulan yang tak terduga, bahkan di tengah cuaca cerah sekalipun, membuat warga setempat tak bisa memejamkan mata dengan tenang.

“Hampir setiap malam kami tidak tidur semenjak banjir bandang melanda daerah kami,” ungkap Wita, salah seorang warga Pasar Maninjau, kepada chapnews.id, Minggu (4/1). Ia menceritakan kengerian yang ia rasakan. “Saya ketakutan tinggal di rumah, karena banjir bandang susulan sering terjadi saat hujan maupun kondisi cuaca panas,” tambahnya, menggambarkan bagaimana gemuruh dari hulu sungai hampir tak pernah absen, menambah kecemasan warga.

Agam Mencekam! Warga Tak Bisa Tidur Dihantui Banjir
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi diperparah dengan insiden tanah longsor dari perbukitan di jalan Kelok 25 pada Rabu (31/12) lalu, yang memicu gelombang pengungsian massal. Jumlah kepala keluarga (KK) yang mengungsi terus meningkat, dari sebelumnya 25 KK menjadi 44 KK, menempati musala dan rumah-rumah warga lain. Wita sendiri, bersama suami dan anak-anaknya, telah tujuh hari berada di pengungsian karena kediamannya sangat dekat dengan aliran Sungai Muaro Pisang.

Menyikapi kondisi ini, Anggota DPRD Agam, Albert, menegaskan bahwa luapan air sungai tersebut merupakan permasalahan serius yang menuntut penanganan segera. “Ini perlu kajian ilmiah terhadap kultur tanah yang ada di hulu sungai, khususnya perbukitan di sekitar Danau Maninjau,” ujar Albert. Ia berharap seluruh pemangku kebijakan, dari pemerintah daerah hingga pusat, dapat mengambil langkah konkret untuk menemukan solusi permanen agar insiden banjir bandang susulan tidak lagi terulang. “Ini harus dicarikan solusinya oleh seluruh pihak, agar masyarakat menjadi nyaman dan aman tinggal di sepanjang aliran sungai,” imbuhnya.

Senada dengan Albert, Bupati Agam, Benni Warlis, sebelumnya juga menekankan pentingnya kajian dan penanganan secara teknis yang berbasis keilmuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan di hulu sungai. Penanganan teknis ini, jelasnya, meliputi pengamatan menyeluruh dari hulu hingga perjalanan material ke hilir, yang memerlukan dasar ilmu pengetahuan kuat.

Benni Warlis secara khusus meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V untuk segera meninjau lokasi guna merumuskan solusi pengendalian air, sehingga material dari hulu tidak terus-menerus turun dan mengancam permukiman warga. “Itu yang kita harapkan disamping melakukan penanganan di bawah. Apabila hujan atau tidak hujan, banjir bandang tetap melanda daerah itu,” pungkasnya, menyoroti urgensi penanganan komprehensif. Warga Agam kini menanti langkah nyata dari pemerintah agar mereka bisa kembali tidur nyenyak tanpa dihantui teror banjir.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer