Ads - After Header

Alarm Merah! 300 Ribu Anak RI Depresi, 5x Dewasa!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan peringatan keras mengenai krisis kesehatan mental yang melanda anak-anak Indonesia. Data terbaru Kemenkes menunjukkan setidaknya 300.000 anak di Tanah Air bergelut dengan gejala depresi dan kecemasan. Yang lebih mencengangkan, angka ini lima kali lipat lebih tinggi dibandingkan prevalensi pada kelompok usia dewasa dan lansia, menandakan sebuah krisis yang mendesak perhatian.

Dalam konferensi pers yang digelar Senin (9/3), Menkes Budi merinci bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang digalakkan Kemenkes selama setahun terakhir, tercatat 63.326 anak, atau sekitar 4,8 persen dari populasi yang diperiksa, terindikasi depresi. Sementara itu, 338.316 anak lainnya, setara 4,4 persen, menunjukkan gejala kecemasan. Temuan ini menjadi gambaran suram tentang kondisi psikologis generasi muda kita.

Alarm Merah! 300 Ribu Anak RI Depresi, 5x Dewasa!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Remaja Paling Rentan, Pikiran untuk Mengakhiri Hidup Melonjak

Kekhawatiran semakin mendalam mengingat kelompok usia remaja, khususnya 11 hingga 17 tahun, menjadi segmen yang paling rentan terhadap masalah kesehatan mental ini. Menkes Budi Gunadi Sadikin secara khusus menyoroti peningkatan drastis kasus yang berkaitan dengan pikiran untuk mengakhiri hidup di kalangan remaja.

Tren ini menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Persentase siswa yang pernah berpikir untuk mengakhiri hidup melonjak dari 5,4 persen pada tahun 2015 menjadi 8,5 persen pada tahun 2023, sebuah kenaikan signifikan sekitar 1,6 kali lipat. Lebih parah lagi, angka siswa yang pernah mencoba mengakhiri hidup mengalami peningkatan yang jauh lebih tajam, yakni dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023, atau sekitar 2,7 kali lipat lebih tinggi.

Budi menegaskan bahwa temuan ini adalah "alarm" yang harus didengar oleh semua pihak. Ia menyerukan agar kesehatan mental anak dan remaja mendapatkan perhatian yang jauh lebih besar dan komprehensif. Program pemeriksaan kesehatan gratis, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan, termasuk isu-isu mental pada anak, sehingga intervensi dapat dilakukan secepat mungkin. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer