Ads - After Header

Anak Krakatau Mengamuk: Serang PJJ, Tangerang Nekat Tatap Muka!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali memuntahkan abu vulkanik pada Minggu (6/9) malam, telah memicu respons berbeda dari pemerintah daerah di Banten terkait kegiatan belajar mengajar. Kota Serang mengambil langkah preventif dengan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk seluruh jenjang pendidikan, sementara Kabupaten dan Kota Tangerang memutuskan untuk tetap melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka pada Senin (7/9).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang secara resmi mengumumkan pengalihan sementara proses belajar mengajar menjadi PJJ atau Belajar dari Rumah (BDR) selama satu hari penuh, Senin (7/9). Kebijakan ini berlaku untuk siswa PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat. Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan dan keamanan para peserta didik dari potensi dampak paparan abu vulkanik yang menyelimuti wilayah tersebut.

Anak Krakatau Mengamuk: Serang PJJ, Tangerang Nekat Tatap Muka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Nuri menambahkan, pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang. "Kami secara berkala meminta pertimbangan teknis terkait perkembangan indeks kualitas udara dan arah sebaran abu vulkanik guna menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya," ungkap Nuri, seperti dikutip dari chapnews.id. Ia juga mengimbau para orang tua untuk aktif mendampingi anak-anak selama PJJ, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan memastikan penggunaan masker medis jika terpaksa beraktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan langsung.

Berbeda dengan Serang, otoritas pendidikan di wilayah Tangerang memilih jalur yang berbeda. Baik Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang maupun Kota Tangerang memastikan bahwa KBM tatap muka akan tetap berjalan seperti biasa pada Senin (7/9).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi, menegaskan bahwa pembelajaran luring masih diberlakukan di wilayahnya. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang ketat, termasuk kewajiban bagi seluruh siswa untuk mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Selain itu, aktivitas pembelajaran yang melibatkan kegiatan di luar ruangan juga akan dibatasi. "Kami akan terus memantau perkembangan kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sebagai bahan evaluasi untuk kebijakan pembelajaran selanjutnya," jelas Supriyadi.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, juga memastikan KBM siswa SD dan SMP di wilayahnya akan berlangsung secara tatap muka. Wahyudi menekankan bahwa seluruh satuan pendidikan di Kota Tangerang telah diinstruksikan untuk menyesuaikan pelaksanaan KBM dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan sesuai edaran Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah akan terus memantau situasi dan dampak sebaran abu vulkanik sebagai dasar pertimbangan untuk langkah-langkah selanjutnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer