Ads - After Header

Ancaman Tegas BGN: Dapur MBG Tak Standar Akan Ditutup!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengeluarkan ultimatum tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa dapur-dapur yang gagal memenuhi standar ketat akan menghadapi konsekuensi penutupan operasional. Langkah tegas ini diambil demi memastikan setiap hidangan yang disajikan dalam program MBG memenuhi standar tertinggi sebagai amanah negara.

Secara rinci, Sudaryono memaparkan bahwa seluruh SPPG diwajibkan untuk memenuhi kriteria ketat terkait keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, hingga tata kelola operasional. Standar-standar ini tidak dapat ditawar demi menjaga kualitas dan keamanan makanan yang akan dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Ancaman Tegas BGN: Dapur MBG Tak Standar Akan Ditutup!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Bagi SPPG yang teridentifikasi tidak memenuhi kriteria tersebut, BGN akan memberikan kesempatan pembinaan dan evaluasi. Namun, apabila upaya perbaikan tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, Sudaryono menegaskan bahwa operasional dapur tersebut akan dihentikan tanpa kompromi.

Komitmen menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, dan mutu gizi, menurut Sudaryono, merupakan fondasi tak tergoyahkan dari program ini. Hal tersebut esensial untuk melindungi kesehatan para penerima manfaat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG yang digagas pemerintah.

"Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik," tegas Sudaryono saat meninjau langsung salah satu SPPG di wilayah Bogor pada Jumat (24/7/2026), dalam sebuah inspeksi mendadak. Ia juga menekankan peribahasa, "Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," sebagai peringatan keras agar kelalaian kecil tidak merusak keseluruhan program.

Sudaryono menambahkan, BGN akan mengimplementasikan prinsip pembinaan yang diiringi dengan penegakan disiplin yang ketat. SPPG yang menunjukkan kinerja cemerlang akan diberikan apresiasi, sementara pihak yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, petugasnya nggak disiplin, ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," pungkasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi keseriusan BGN dalam memastikan integritas dan kualitas program MBG demi kesejahteraan masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer