Ads - After Header

Api Melahap 60 Hektare Lahan Merapi

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mencatat rekor terburuk sepanjang musim kemarau tahun ini. Luas lahan yang hangus terbakar di Blok Gentong, Resor Srumbung, Desa Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilaporkan telah mencapai 60 hektare.

Meski sempat membara selama beberapa hari, upaya pemadaman intensif akhirnya membuahkan hasil. Kepala Balai TNGM, Tutut Heri Wibowo, mengonfirmasi bahwa titik api yang sempat menjalar hingga radius 5 kilometer dari puncak Merapi tersebut kini telah berhasil dijinakkan.

Api Melahap 60 Hektare Lahan Merapi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Secara keseluruhan, luas lahan yang terdampak mencapai 60 hektare. Namun, untuk saat ini kondisi api sudah bisa dikatakan padam," ujar Tutut saat memberikan keterangan pada Kamis (24/9).

Proses pemadaman yang berlangsung dramatis ini melibatkan kolaborasi lintas sektor. Berbagai instansi mulai dari BPBD, Damkar Kabupaten Magelang, Polres Magelang, Polsek Srumbung, hingga Koramil Srumbung turun ke lapangan. Tak hanya petugas resmi, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga setempat juga bahu-membahu membantu proses pemadaman.

Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan dua tangki air berkapasitas 5.000 liter dari BPBD. Warga sekitar juga menunjukkan solidaritas tinggi dengan mengerahkan tiga hingga empat truk yang telah dimodifikasi menggunakan terpal untuk mengangkut air guna menjangkau titik api.

Meski api sudah padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka tetap bersiaga di sekitar area terdampak untuk mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi. Hal ini dikarenakan karakteristik kayu pinus yang terbakar cenderung meninggalkan bara yang bertahan lama dan sangat sulit dipadamkan sepenuhnya.

Menariknya, pihak TNGM mencurigai adanya unsur kesengajaan di balik musibah ini. Berdasarkan pengamatan di lapangan, titik-titik kebakaran rata-rata ditemukan di pinggiran jalan setapak yang aksesnya cukup terbuka bagi masyarakat.

Tutut menduga ada motif ekonomi di balik kebakaran ini, yakni untuk mempermudah pembukaan lahan tambang pasir ilegal. "Di area ini banyak terdapat pertambangan ilegal. Ada dugaan bahwa lahan sengaja dibakar agar pohon-pohon tumbang, sehingga nantinya lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk penambangan pasir," jelasnya.

Peristiwa ini menjadi yang paling destruktif sepanjang musim kemarau tahun ini. Berdasarkan catatan Balai TNGM, tercatat ada empat kejadian kebakaran di lereng Merapi, namun kejadian di Blok Gentong ini merupakan yang paling parah dari sisi luas lahan. Sebelumnya, kebakaran lahan di Merapi paling banyak hanya menghanguskan 12 hektare karena berhasil dideteksi dan ditangani dengan cepat.

"Kalau biasanya kebakaran bisa padam dalam waktu kurang dari satu hari, kali ini butuh waktu berhari-hari karena skalanya yang sangat besar," pungkas Tutut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer