Chapnews – Ekonomi – Amerika Serikat (AS) dan China mencapai kesepakatan mengejutkan: penurunan tarif perdagangan selama 90 hari ke depan. Kabar ini disambut baik pasar global, menandakan meredanya ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia. AS akan memangkas tarif impor barang dari China menjadi 30%, turun drastis dari 145%. Sementara itu, China juga berkomitmen menurunkan tarif produk asal AS menjadi 10%, dari sebelumnya 125%. Apa saja fakta di balik kesepakatan dramatis ini? Chapnews.id merangkumnya untuk Anda.
-
Pernyataan Bersama: Sebuah Titik Balik? Kesepakatan ini diumumkan melalui pernyataan bersama Kementerian Perdagangan China dan pihak AS. Beijing menyatakan optimistis bahwa konsultasi selanjutnya akan membantu menyelesaikan isu ekonomi dan perdagangan kedua negara. Pertemuan di Jenewa tersebut melibatkan delegasi tingkat tinggi dari kedua negara, dipimpin oleh Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dari pihak AS, serta Wakil Perdana Menteri He Lifeng dari China.
-
Lima Poin Kunci Kesepakatan: Kesepakatan ini mencakup lima poin utama:
a. Penurunan Tarif Signifikan: Tarif AS terhadap barang China turun dari 145% menjadi 30%, sementara tarif China terhadap barang AS turun dari 125% menjadi 10%. Kedua negara sepakat mengurangi tarif timbal balik selama 90 hari.
b. Jeda Negosiasi 90 Hari: Kesepakatan ini memberikan jeda 90 hari (tiga bulan) untuk negosiasi lanjutan, dimulai sejak 14 Mei 2025. Selama periode ini, AS dan China membatalkan total tarif tambahan 91% atas barang impor. AS menangguhkan tarif resiprokal 24%, dan China menunda tarif balasan sebesar 24%.

Kesepakatan ini menjadi angin segar bagi perekonomian global yang sempat terdampak perang dagang AS-China. Namun, apakah ini pertanda berakhirnya konflik perdagangan kedua negara atau hanya jeda sementara? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.


