Ads - After Header

Asap Membunuh! Kisah Pilu Orangutan Sempurna di Kalimantan

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat membenarkan kabar duka atas kematian seekor orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna. Satwa dilindungi ini ditemukan tak bernyawa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dengan dugaan kuat akibat gangguan pernapasan parah yang dipicu oleh paparan asap.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengungkapkan kesedihan mendalam atas kehilangan Sempurna. Ia juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang melaporkan keberadaan orangutan tersebut, memungkinkan tim penyelamat segera bertindak. "Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa," ujar Murlan pada Kamis (3/9).

Asap Membunuh! Kisah Pilu Orangutan Sempurna di Kalimantan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Misi penyelamatan Sempurna dimulai setelah tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) menerima laporan warga pada 30 Agustus 2026. Sempurna ditemukan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang. Saat ditemukan, kondisinya terlihat sangat lesu dan mengalami kesulitan bernapas parah.

Laporan mengenai keberadaan Sempurna diterima petugas sekitar pukul 07.00 WIB. Tanpa menunda, tim BKSDA Kalimantan Barat dan YIARI segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama. Sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB, Sempurna menerima penanganan awal intensif, termasuk terapi oksigen dan pemberian cairan melalui infus.

Namun, kondisi orangutan tersebut terus memburuk. Sekitar pukul 14.00 WIB, napas Sempurna semakin dangkal dan kadar saturasi oksigennya tak lagi terdeteksi. Tim medis berjuang keras melakukan resusitasi jantung dan paru (CPR) setelah Sempurna menunjukkan tanda-tanda henti napas. Sayangnya, segala upaya tak membuahkan hasil, dan Sempurna dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, tim melakukan nekropsi terhadap Sempurna pada 1 September 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis signifikan pada sejumlah organ vital, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal. Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan temuan nekropsi, perubahan pada paru-paru sangat diduga berkaitan erat dengan paparan asap. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu fungsi paru-paru secara drastis, menyebabkan hipoksia akut atau kekurangan oksigen parah dalam tubuh. Gangguan tersebut kemudian diduga turut memengaruhi fungsi kardiovaskular Sempurna hingga akhirnya menyebabkan kematian.

Murlan kembali menggarisbawahi betapa krusialnya peran serta masyarakat dalam penanganan satwa liar yang berada dalam kondisi darurat. Menurutnya, informasi cepat dari warga dapat mempercepat tindakan penyelamatan ketika satwa ditemukan dalam keadaan sakit, terluka, atau terdampak kebakaran hutan dan lahan. "Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas," pungkasnya, sebagaimana dilansir dari chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer