Chapnews – Nasional – Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kini menghadapi situasi darurat banjir yang memaksa ribuan warganya mengungsi. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 2.842 jiwa atau 949 kepala keluarga (KK) telah dievakuasi dan kini menempati posko-posko pengungsian di berbagai lokasi.
Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahrani, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil pendataan langsung yang dilakukan petugas pada Kamis (8/1). Data akurat ini menjadi fondasi utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. "Pendataan ini sangat krusial sebagai dasar penyaluran bantuan, sekaligus untuk memastikan setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada para pengungsi," ujar Zaini, seperti dikutip dari laporan chapnews.id pada Jumat (9/1).

Meski Zaini menyebutkan bahwa genangan air di beberapa kawasan sudah mulai berangsur surut, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu diselaraskan. Terutama, mekanisme distribusi bantuan yang harus dipastikan berjalan lancar dan efisien.
Untuk mengatasi potensi tumpang tindih atau kekeliruan data dalam penyaluran bantuan, BPBD Banjarbaru berencana segera menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait. "Kami perlu menyamakan persepsi dan prosedur agar distribusi bantuan bisa berjalan lebih tertib dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan," tegas Zaini, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga.
Terkait dukungan logistik, BPBD Kota Banjarbaru telah menerima sejumlah bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bantuan tersebut meliputi buffer stock dan tenda lipat berukuran kecil, yang disimpan sebagai persediaan darurat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan yang tidak terduga.
Zaini menambahkan, meskipun beberapa kawasan masih terendam air, kondisi secara umum sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Aktivitas masyarakat pun perlahan mulai kembali normal seiring dengan penurunan tinggi muka air di banyak titik. BPBD terus memantau situasi dan bersiaga penuh menghadapi perkembangan di lapangan.



