Oleh: Redaksi Chapnews, Jurnalis – Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:00 WIB
Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia menunjukkan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun 2026. Untuk mencapai target ambisius 5,5 persen, berbagai strategi stimulus ekonomi, termasuk penyaluran bantuan sosial (bansos) dan Tunjangan Hari Raya (THR), diandalkan sebagai pendorong utama konsumsi masyarakat menjelang perayaan Lebaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Opening Ceremony BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran 2026 di Senayan City Mall pada Jumat (6/3/2026), menegaskan komitmen pemerintah dalam menggenjot aktivitas ekonomi. "Kami telah menyiapkan serangkaian stimulus di triwulan I, termasuk berbagai bansos untuk menjaga daya beli masyarakat," ujar Airlangga, seperti dikutip dari chapnews.id.
Salah satu fokus utama adalah penyaluran bansos berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan, yang akan diberikan selama dua bulan berturut-turut. Program ini menargetkan 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total alokasi anggaran mencapai Rp11,92 triliun. Harapannya, bantuan ini dapat secara signifikan menopang daya beli di tengah persiapan Lebaran, memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.
Selain bansos, pemerintah juga mengoptimalkan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran dengan memberikan diskon tarif transportasi. Diskon rata-rata mencapai 30 persen untuk berbagai moda transportasi umum, sementara untuk penerbangan kelas ekonomi, diskon berkisar antara 17 hingga 18 persen. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga didorong agar masyarakat dapat memanfaatkan diskon ini dan sekaligus menggerakkan ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik dan wisata.
Tidak kalah penting, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri menjadi suntikan dana besar bagi konsumsi domestik. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pos ini, yang diharapkan dapat memicu perputaran uang di pasar, meningkatkan transaksi jual beli, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di awal tahun 2026. Dengan kombinasi strategi ini, pemerintah yakin dapat mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan.


