Chapnews – Ekonomi – Kabar mengejutkan datang dari sektor energi nasional. Mulai Sabtu, 5 September 2026, harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dijual oleh Pertamina Patra Niaga resmi mengalami kenaikan signifikan. Penyesuaian harga ini berlaku untuk produk-produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamax Green 95, dan Pertamina Dex, menyusul fluktuasi indikator ekonomi global dan nasional yang memengaruhi formula penetapan harga.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada produk diesel. Harga Dexlite melonjak Rp4.000 per liter, dari sebelumnya Rp19.700 menjadi Rp23.700. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami kenaikan sebesar Rp4.050 per liter, kini dibanderol Rp25.200 dari harga sebelumnya Rp21.150. Untuk BBM jenis bensin, Pertamax Turbo dengan kadar RON 98 naik Rp1.300 per liter, dari Rp18.300 menjadi Rp19.600. Tak ketinggalan, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian harga, dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.

Menanggapi penyesuaian ini, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil dari formula penetapan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. "Kami mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pajak, serta faktor-faktor relevan lainnya dalam melakukan penyesuaian harga," ujar Kitty, seperti dikutip dari chapnews.id. Ia juga menegaskan bahwa penyesuaian hanya berlaku untuk sebagian produk BBM nonsubsidi.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk dan layanan terbaik bagi konsumen, meskipun ada penyesuaian harga. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam memilih dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan serta spesifikasi kendaraan masing-masing. Langkah ini penting untuk memastikan efisiensi dan kesesuaian penggunaan BBM, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas energi.

