Chapnews – Nasional – Bekasi dilanda banjir parah, sebuah video viral memperlihatkan kawasan perumahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir dengan ketinggian mencapai leher orang dewasa. Arus air yang deras bak ombak laut membuat warga panik dan harus berenang untuk menyelamatkan diri.
Video yang diunggah di TikTok oleh akun @af***** pada Rabu (23/1) itu memperlihatkan kondisi Perumahan Green Lavender, Sukamekar Regency, Babelan, yang berubah menjadi lautan cokelat keruh. Rumah-rumah nyaris tenggelam, hanya menyisakan atap dan sebagian dinding.

Arus air yang kuat mengubah lingkungan perumahan menjadi sungai dadakan. Tiang listrik, pagar rumah, dan pepohonan terendam, menunjukkan volume air yang terus meningkat.
Kekecewaan warga terhadap pengembang perumahan PT Gemilang Sakti Propertindo terdengar dalam narasi video. Mereka mempertanyakan janji hunian bebas banjir yang sebelumnya diiklankan. "Mana yang kalian janjikan rumah bebas banjir dan hunian nyaman? Rumah kami jadi lautan air," tulis mereka.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang. Namun, visual yang beredar jelas menunjukkan banjir bukan hanya menggenang, tetapi juga mengalir deras dan membahayakan keselamatan warga.
Banjir setinggi 2 meter mengepung Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, akibat luapan Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut). Sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, mengatakan banjir telah merendam permukiman warga sejak Kamis (22/1). "Ada permukiman di dekat Kali CBL itu yang ketinggiannya bisa mencapai 2 meter, rumah hampir habis tertutup banjir," ujarnya, seperti dikutip dari chapnews.id, Jumat (23/1).
Proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran menggunakan perahu karet.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga menyoroti tanggung jawab pengembang perumahan yang menjanjikan kawasan bebas banjir. Ia meminta para developer turun langsung menemui warga dan mencari solusi bersama pemerintah, serta menghentikan pembangunan perumahan di daerah rawan bencana.


