Chapnews – Ekonomi – Masyarakat seringkali terjebak dalam kesalahpahaman bahwa posisi desil secara langsung mengindikasikan status kaya atau miskin seseorang. Padahal, menurut para ahli, desil merupakan instrumen untuk memetakan posisi kesejahteraan penduduk atau keluarga secara relatif dalam sebuah populasi, bukan penentu mutlak status ekonomi.
Achmad Nur Hidayat, seorang Ekonom dari UPN Veteran Jakarta, menjelaskan secara gamblang bahwa desil berfungsi membagi total populasi penduduk atau keluarga ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif mereka. Ia merinci, Desil 1 mewakili kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif terendah, sementara Desil 10 mengindikasikan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tertinggi. Oleh karena itu, seseorang yang berada pada desil tertentu tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai masyarakat miskin atau kaya secara absolut.

"Desil by definition hanya membagi jumlah penduduk atau keluarga dengan box yang sama, dalam hal ini 10 bagian setiap desil," tegas Achmad dalam sebuah sesi podcast ‘The Daily Buzz’ yang disiarkan oleh Chapnews.id pada Minggu (13/9/2026). Ia menambahkan, esensi dari konsep desil adalah untuk memberikan gambaran mengenai posisi relatif kesejahteraan individu atau keluarga dalam perbandingan dengan keseluruhan populasi, bukan sebagai label status ekonomi yang mutlak. Dengan demikian, pemahaman yang tepat tentang desil sangat krusial agar tidak terjadi misinterpretasi dalam menilai kondisi ekonomi seseorang.


