Chapnews – Ekonomi – Para petinggi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara serentak melakukan aksi borong saham perusahaan mereka sendiri. Fenomena ini terjadi hingga kuartal pertama tahun 2024, memicu spekulasi dan perhatian dari para pelaku pasar terkait sinyal kepercayaan internal terhadap prospek bank swasta terbesar di Indonesia ini.
Langkah strategis ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sebuah eksekusi dari strategi "buy on weakness" – membeli aset premium ketika harganya sedang terdiskon. Direksi BCA menunjukkan keyakinan yang sangat tinggi terhadap fundamental dan prospek jangka panjang BBCA di tengah dinamika pasar.

Data yang dihimpun chapnews.id menunjukkan, Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjadi yang paling agresif dengan menambah kepemilikan sahamnya secara masif, menghabiskan dana hingga Rp7,93 miliar. Aksi ini menegaskan komitmen kuat dari pucuk pimpinan.
Tidak ketinggalan, Wakil Presiden Direktur John Kosasih juga mengeksekusi pembelian saham senilai Rp4,37 miliar pada bulan Maret 2024, menyusul jejak pimpinan tertinggi.
Direktur lainnya, Vera Eve Lim, turut mempertebal kepemilikannya dengan mengalokasikan dana segar sebesar Rp3,84 miliar. Hal ini mengindikasikan pandangan positif yang merata di jajaran direksi.
Sementara itu, Direktur BCA Santoso menambah porsi sahamnya melalui transaksi senilai Rp3,46 miliar, juga pada Maret 2024.
Aksi serupa juga dilakukan oleh Direktur Lianawaty Suwono yang memborong 300.000 saham senilai Rp2,1 miliar pada akhir Januari 2024. Menariknya, pembelian ini dilakukan justru saat pasar saham sedang mengalami gejolak, menunjukkan keberanian dan keyakinan kuat terhadap fundamental BBCA yang dianggap mampu melewati tantangan pasar.


