Chapnews – Nasional – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas membantah bahwa figur-figur yang bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1) malam di kediaman Kartanegara merupakan representasi dari partai politik oposisi. Prasetyo, yang akrab disapa Pras, menjelaskan bahwa mereka adalah para tokoh masyarakat dan intelektual yang diundang untuk berdialog, bukan sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah.
Menurut Pras, pandangan bahwa mereka adalah oposisi tidak tepat. "Tidak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog dan menerima masukan," jelas Pras usai memberikan keterangan pers di Wisma Danantara, Jakarta, pada Sabtu (31/1) malam.

Beberapa nama yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, seperti diungkapkan Pras, antara lain peneliti senior dari BRIN, Profesor Siti Zuhro, dan mantan Kepala Bareskrim Polri, Susno Duadji. Diskusi yang berlangsung mencakup beragam isu krusial, mulai dari dinamika kepemiluan yang menjadi fokus Profesor Siti Zuhro, hingga permasalahan penegakan hukum yang dibahas bersama Susno Duadji.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memanfaatkan momen untuk memaparkan berbagai capaian program pemerintah selama masa kepemimpinannya. "Semua program tersebut memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, serta untuk kemajuan bangsa dan negara," imbuh Pras.
Pernyataan Mensesneg ini sedikit berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya. Sjafrie, seperti dilansir dari Antara, pada Sabtu (31/1), sempat menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto memang bertemu dengan "beberapa tokoh-tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi" pada Jumat malam. Ia menambahkan, pertemuan itu membahas pengelolaan negara yang baik oleh seluruh pihak.
Pertemuan ini mengindikasikan komitmen Presiden Prabowo untuk tetap menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat demi kemajuan bangsa.



