Ads - After Header

Bukan Sekadar Celengan Rahasia Siswa Sekolah Rakyat

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Selama ini, konsep menabung di benak banyak pelajar mungkin hanya sebatas menyisihkan uang saku ke dalam celengan bambu atau kotak plastik di kamar mereka. Namun, sebuah paradigma baru mulai tumbuh di kalangan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan. Menabung kini bukan lagi sekadar menyimpan uang agar tidak habis, melainkan sebuah langkah strategis untuk merancang masa depan.

Perubahan pola pikir ini bermula dari sebuah pengalaman nyata yang dialami oleh Selfi Nawawi N, seorang siswi kelas 2 SMA di sekolah tersebut. Selfi baru menyadari bahwa akses terhadap layanan perbankan sebenarnya terbuka lebar bagi mereka, bahkan sebelum mereka memiliki penghasilan tetap atau bekerja secara profesional.

Bukan Sekadar Celengan Rahasia Siswa Sekolah Rakyat
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Ternyata kita bisa menabung menggunakan buku rekening meskipun belum kerja. Saya ingin mempunyai tabungan yang banyak untuk dipakai kuliah nantinya," ungkap Selfi dengan penuh semangat. Bagi Selfi, memiliki rekening bank memberikan rasa aman dan kepastian bahwa dana yang ia kumpulkan akan tersimpan dengan rapi untuk kebutuhan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Transformasi edukasi keuangan ini merupakan bagian dari program BNI Sahabat Sekolah Rakyat. Melalui inisiatif ini, para siswa diberikan paparan langsung mengenai dunia perbankan yang selama ini mungkin terasa asing atau hanya terdengar lewat teori di buku pelajaran. Mereka diperkenalkan dengan berbagai instrumen keuangan praktis, mulai dari penggunaan kartu identitas yang dapat dipindai (scan), mekanisme tabungan, hingga fungsi dari buku rekening.

Antusiasme luar biasa terpancar dari wajah para siswa saat mereka berinteraksi langsung dengan teknologi perbankan tersebut. Rasa ingin tahu yang besar membuat suasana belajar menjadi sangat hidup. Hal ini dikonfirmasi oleh Tiyah Wasma Terru, guru Biologi di SMA SRT 3 Sulawesi Selatan, yang menyaksikan langsung perkembangan mentalitas para siswanya.

Menurut Tiyah, kegiatan ini memberikan dimensi baru dalam proses belajar mengajar. Siswa tidak lagi hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru, tetapi mereka terlibat aktif dalam simulasi kehidupan nyata. "Saya sangat senang karena ini merupakan hal baru bagi siswa. Mereka sangat antusias melihat dan mencoba ID card yang bisa di-scan. Mereka juga banyak bertanya mengenai tabungan dan buku rekening, sehingga menjadi pelajaran yang berharga," jelas Tiyah.

Lebih lanjut, Tiyah menekankan bahwa pemahaman mengenai literasi keuangan sangat krusial bagi generasi muda. Dengan mengenal sistem perbankan sejak dini, siswa belajar bahwa pengelolaan uang bisa dilakukan secara lebih terukur dan transparan. Mereka dapat melihat nominal tabungan mereka secara pasti, yang memberikan motivasi lebih untuk terus menyisihkan uang.

Selain literasi keuangan, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman ini juga diterapkan pada materi lain, seperti pengelolaan limbah. Jika sebelumnya siswa hanya mempelajari teori lingkungan di dalam kelas, kini mereka diajak untuk mempraktikkannya secara langsung. Pendekatan holistik seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga cakap dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer