Chapnews – Ekonomi – Geliat pasar modal Indonesia semakin terasa dengan masuknya tujuh perusahaan ke dalam daftar antrean (pipeline) untuk menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Yang menarik perhatian, tiga di antara calon emiten tersebut merupakan entitas bisnis beraset jumbo, siap meramaikan persaingan di lantai bursa.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, memaparkan secara rinci komposisi calon emiten ini. "Dua perusahaan masuk dalam kategori aset skala kecil, dengan nilai di bawah Rp50 miliar. Kemudian, dua perusahaan lainnya berada di segmen aset menengah, antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Dan yang paling signifikan, terdapat tiga perusahaan dengan aset berskala besar, melampaui Rp250 miliar," jelas Saidu dalam pernyataan yang diterima chapnews.id, Minggu (30/8/2026).

Dari sisi klasifikasi bisnis, sektor kesehatan mendominasi daftar tunggu IPO dengan empat perusahaan. Sisanya terbagi rata, masing-masing satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, satu dari sektor energi, dan satu lagi dari sektor industrial, menggarisbawahi keragaman potensi investasi yang akan ditawarkan.
Saidu juga menambahkan informasi mengenai aktivitas pencatatan saham yang telah berjalan. "Hingga tanggal 28 Agustus 2026, BEI telah berhasil mencatatkan tujuh perusahaan baru di bursa, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun," ungkapnya, menunjukkan optimisme pasar terhadap penawaran saham perdana.
Tak hanya pasar saham, BEI juga mencatat dinamika serupa di pasar surat utang. Saat ini, terdapat 14 emisi dari sembilan penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang berada dalam antrean pipeline obligasi, menandakan aktivitas pasar modal yang komprehensif dan terus berkembang.


