Ads - After Header

Cisadane Darurat! Eco Enzim & 5000 Ikan Dikerahkan!

Ahmad Dewatara

Cisadane Darurat! Eco Enzim & 5000 Ikan Dikerahkan!

Chapnews – Nasional – Jakarta – Sungai Cisadane kini tengah menghadapi krisis lingkungan serius pasca-insiden kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan. Dampak pencemaran yang meluas menyebabkan ribuan ikan mati dan ekosistem sungai terancam. Menanggapi kondisi darurat ini, berbagai pihak bergerak cepat dengan meluncurkan upaya pemulihan masif, termasuk penuangan 1.500 liter cairan eco enzim dan penebaran 5.000 benih ikan. Pemerintah menegaskan, perusahaan harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang ditimbulkan.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau lokasi gudang yang terbakar di Tangerang Selatan pada Jumat (13/2), dengan tegas menyatakan bahwa PT Biotek Saranatama wajib menanggung seluruh konsekuensi atas kerusakan lingkungan yang terjadi. "Dampak yang ditimbulkan sangat besar. Secara administratif dan teknis, kami akan meminta pengelola kawasan untuk melakukan audit lingkungan secara presisi guna menentukan langkah-langkah pemulihan yang diperlukan," ujar Hanif. Ia menambahkan, pemerintah tidak akan mentolerir pelanggaran yang berujung pada kerusakan ekosistem dan mengancam kesehatan masyarakat.

Cisadane Darurat! Eco Enzim & 5000 Ikan Dikerahkan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menjawab tuntutan pemerintah, Manager Operasional PT Biotek Saranatama, Luki, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan untuk menangani dampak pencemaran, baik pada kualitas udara maupun air sungai. "Untuk penanganan udara, kami menggunakan produk bantuan dari Kementerian Pertanian. Sementara di sungai, kami menyediakan absorben pestisida sebagai penetral," jelas Luki. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sebagai bagian dari upaya pengembalian ekosistem biota sungai, sekitar 5.000 benih ikan, terdiri dari jenis lele, gurame, dan nila, telah ditebar di Sungai Jaletreng, salah satu anak Sungai Cisadane yang paling terdampak. Luki juga mengklaim perusahaan telah melakukan pemantauan kualitas air secara berkala dan berkomitmen untuk menggandeng DLH Tangerang Selatan dalam penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di masa mendatang.

Di sisi lain, upaya pemulihan juga datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama para relawan. Sebanyak 1.500 liter cairan eco enzim, yang merupakan hasil fermentasi bahan organik buatan relawan, dituangkan ke aliran Sungai Cisadane pada Jumat (13/2). Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa cairan eco enzim ini dinilai aman bagi lingkungan dan berfungsi efektif sebagai penetral limbah sekaligus membantu memperbaiki kualitas air. "Penaburan dilakukan secara bertahap menggunakan perahu menyusuri aliran sungai. Kami berharap ini menjadi langkah antisipasi dan dapat membantu menetralisir air sungai," kata Mahdiar. Selain itu, petugas juga melakukan penyisiran untuk mengangkat bangkai ikan dan sampah yang masih tersisa, guna mencegah potensi penyebaran penyakit kepada masyarakat sekitar.

Seluruh langkah darurat ini dilakukan sembari menanti hasil audit lingkungan yang diminta oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Audit tersebut diharapkan dapat memastikan sumber pencemaran secara ilmiah dan komprehensif, yang nantinya akan menjadi dasar penentuan sanksi hukum maupun administratif, serta langkah pemulihan lanjutan terhadap ekosistem Sungai Cisadane yang terdampak parah akibat kebakaran gudang pestisida tersebut. Pertanggungjawaban penuh dan pemulihan lingkungan tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam kasus ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer