Oleh: Redaksi Chapnews.id – Jumat, 17 Juli 2026 | 20:15 WIB
Chapnews – Ekonomi – Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Melalui serangkaian operasi moneter yang strategis, bank sentral telah menginjeksi likuiditas sebesar Rp837,11 triliun ke pasar. Langkah masif ini diambil untuk memastikan ketersediaan dana yang cukup, menopang pertumbuhan ekonomi, dan menjaga ketahanan sektor perbankan domestik.

Injeksi likuiditas yang fantastis ini, yang tercatat hingga posisi Kamis (16/7/2026), dilakukan BI dengan memanfaatkan berbagai instrumen. Di antaranya adalah transaksi repurchase agreement (repo), operasi swap valuta asing, serta pembelian Surat Berharga Nasional (SBN) di pasar sekunder. Strategi diversifikasi instrumen ini menunjukkan pendekatan komprehensif BI dalam mengelola kondisi likuiditas di tengah dinamika ekonomi.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kebijakan ekspansif ini telah membuahkan hasil positif yang signifikan. "Kondisi ini dipengaruhi strategi ekspansi likuiditas oleh Bank Indonesia melalui berbagai instrumen moneter seperti repo, swap, dan pembelian SBN di pasar sekunder, dimana per 16 Juli ekspansi likuiditas BI melalui operasi moneter tercatat sebesar Rp837,11 triliun," ujar Destry dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026). Ia menambahkan, ekspansi ini berhasil menjaga momentum pertumbuhan uang primer (M0) tetap di level dua digit, mencapai 12,8 persen secara tahunan (yoy) pada akhir Juni 2026.
BI juga menegaskan bahwa kondisi likuiditas di sektor perbankan domestik saat ini tetap dalam posisi yang sangat terjaga. Ketersediaan likuiditas yang memadai ini dinilai krusial untuk mendukung pencapaian target intermediasi perbankan, yang pada gilirannya akan memperkuat fondasi stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. Dengan demikian, langkah-langkah BI diharapkan mampu memberikan bantalan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.


