Chapnews.id – Lembaga Danantara Indonesia akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyeret nama mereka dalam ajang bergengsi TIME100 Next Gala 2026 yang digelar di New York, Amerika Serikat. Melalui pernyataan resmi, Danantara menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam acara internasional tersebut sama sekali tidak melibatkan aliran dana atau kontribusi finansial dalam bentuk sponsor kepada pihak penyelenggara.
Langkah klarifikasi ini diambil guna meluruskan berbagai spekulasi dan pemberitaan yang beredar di masyarakat. Munculnya nama serta logo Danantara Indonesia dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh majalah TIME tersebut sempat memicu pertanyaan mengenai adanya transaksi finansial di balik partisipasi lembaga tersebut di kancah global.

Tim Komunikasi Danantara Indonesia memberikan penegasan yang sangat lugas pada Sabtu (31/10/2026). Mereka menyatakan bahwa tidak ada satu pun kontrak kerja sama komersial yang mengikat Danantara dengan pihak penyelenggara acara TIME100 Next. Dengan kata lain, kehadiran Danantara di New York bukan merupakan hasil dari transaksi jual-beli slot promosi atau dukungan dana segar.
"Danantara Indonesia tidak memberikan dana sponsorship untuk kegiatan TIME100 Next dan tidak memiliki keterikatan kontrak sponsorship dengan penyelenggara," tulis pernyataan resmi Tim Komunikasi Danantara Indonesia yang dikutip dari Jakarta.
Lantas, apa yang mendasari pencantuman logo Danantara dalam acara tersebut jika bukan karena uang? Pihak Danantara menjelaskan bahwa kehadiran logo mereka merupakan bagian dari bentuk dukungan in-kind atau dukungan non-tunai yang diterima dari pihak penyelenggara.
Dalam skema dukungan in-kind ini, Danantara mendapatkan manfaat strategis berupa eksposur internasional yang sangat luas. Sebagai lembaga yang sedang berkembang, mendapatkan sorotan di platform global seperti TIME merupakan langkah penting untuk memperkuat citra lembaga di mata dunia. Selain itu, partisipasi ini memberikan kesempatan emas bagi perwakilan Danantara untuk menjadi pembicara (speakership) dalam berbagai forum internasional yang diorganisir oleh TIME.
Melalui kesempatan ini, Danantara berpeluang untuk menyampaikan visi dan misi strategis mereka di hadapan para pemimpin dunia, pemikir global, dan tokoh berpengaruh lainnya. Hal ini dianggap sebagai investasi strategis dalam hal diplomasi ekonomi dan penguatan posisi Indonesia di panggung global, tanpa harus mengeluarkan biaya sponsorship yang bersifat komersial kepada penyelenggara.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan mengenai transparansi penggunaan sumber daya lembaga. Danantara menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memanfaatkan momentum internasional ini untuk memperkuat eksistensi Indonesia di sektor ekonomi global melalui jalur diplomasi dan forum-forum strategis yang disediakan oleh media kelas dunia.

