Ads - After Header

Kinerja Gemilang BELI Tembus Rp22 Triliun

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sukses menunjukkan taringnya di pasar digital Indonesia dengan mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan digital ini melaporkan lonjakan pendapatan neto yang signifikan hingga mencapai angka Rp22,24 triliun pada periode kuartal ketiga tahun 2026 (Q3-2026).

Pencapaian ini menandakan pertumbuhan yang sangat kuat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara tahunan atau year-on-year (yoy), pendapatan neto perusahaan melonjak drastis sebesar 46%. Angka ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan penguatan ekosistem digital yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil yang manis bagi para pemangku kepentingan.

Kinerja Gemilang BELI Tembus Rp22 Triliun
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Jika menilik lebih dalam pada laporan kinerja keuangan yang dirilis, pendapatan neto Global Digital Niaga pada sembilan bulan pertama tahun 2026 (9M26) tercatat sebesar Rp22,24 triliun. Angka fantastis ini melesat jauh dari capaian pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025 yang berada di level Rp15,24 triliun.

Tren positif ini juga terlihat pada performa kuartalan. Pada kuartal ketiga tahun 2026 saja, pendapatan neto perseroan tumbuh sebesar 31% secara yoy, menyentuh angka Rp7,41 triliun. Sebagai perbandingan, pada kuartal ketiga tahun 2025, pendapatan yang dihasilkan berada di angka Rp5,64 triliun.

Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Pertumbuhan masif tersebut didorong oleh kontribusi positif dari seluruh lini bisnis yang dimiliki perusahaan. Salah satu motor penggerak utamanya adalah segmen ritel pihak pertama (first-party/1P). Penjualan produk-produk kategori smartphone dan perlengkapan olahraga menjadi penyumbang terbesar dalam mendongkrak pendapatan perusahaan.

Selain sektor ritel, segmen online travel agent (OTA) dan segmen institusi juga menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Hal ini didukung oleh langkah strategis perusahaan dalam memperluas jaringan toko fisik mereka. Strategi omnichannel yang menggabungkan kekuatan belanja daring (online) dan luring (offline) terbukti efektif memperkuat penetrasi pasar dan memberikan pengalaman belanja yang lebih lengkap bagi konsumen.

Dari sisi efisiensi dan profitabilitas, BELI juga menunjukkan perbaikan yang sangat baik. Perusahaan berhasil meningkatkan take rate menjadi 9,1% pada periode sembilan bulan pertama 2026, naik dari sebelumnya yang hanya sebesar 8,4% pada tahun lalu. Bahkan, pada kuartal ketiga 2026, take rate perusahaan mampu menyentuh angka 9,3%.

Peningkatan margin ini berjalan selaras dengan pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (gross profit before discount/GPBD). Selama sembilan bulan pertama 2026, GPBD tumbuh sebesar 20% secara yoy. Khusus untuk performa di kuartal ketiga 2026, pertumbuhan GPBD bahkan lebih agresif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 26% secara tahunan. Dengan efisiensi operasional yang semakin tajam dan kinerja EBITDA yang membaik, prospek perusahaan ke depan dinilai semakin menjanjikan di tengah persaingan ekonomi digital yang ketat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer