Chapnews – Nasional – Sebuah tempat penitipan anak (daycare) bernama Little Aresha, yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kini menjadi pusat perhatian publik setelah digerebek oleh aparat kepolisian. Penggerebekan ini dilakukan menyusul dugaan serius adanya tindakan penganiayaan terhadap sejumlah balita yang dititipkan di fasilitas tersebut.
Salah satu orang tua korban, Aldewa (30), warga Mergangsan, Kota Jogja, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam. Anaknya yang kini berusia tiga tahun, telah dititipkan di Little Aresha selama lebih dari enam bulan. Aldewa menceritakan, sekitar sepekan lalu, ia sempat melihat lebam mencurigakan di bagian lutut kanan anaknya. "Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya," ujar Aldewa saat ditemui di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, seperti dikutip dari chapnews.id.

Selain bekas luka, Aldewa juga menyadari bahwa anaknya kerap kali menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Namun, ia sempat menganggap hal tersebut sebagai reaksi wajar bagi anak seusia tiga tahun yang mungkin belum terbiasa dengan lingkungan baru. Kini, dengan mencuatnya dugaan penganiayaan ini, Aldewa merasa kesulitan memastikan kondisi sebenarnya karena anaknya belum bisa bercerita secara gamblang. "Kalau saya tanya dipukul atau tidak, dia jawab tidak," katanya, seraya menambahkan kecurigaan bahwa anak-anak mungkin telah didoktrin untuk tidak menceritakan apa pun. Ia berharap kasus ini diusut tuntas dan pihak yang terbukti melakukan kekerasan dapat diproses hukum.
Kisah pilu serupa juga datang dari Sri (63), warga Kotagede. Cucunya yang berusia empat tahun, yang telah dititipkan di daycare tersebut selama sekitar satu tahun, pernah mengalami kejadian mengerikan. "Terus dia (cucu) katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci di kamar mandi. ‘Aku main nggak boleh, nggak boleh main. Terus aku dikunci di kamar mandi’," ungkap Sri dengan nada geram. Sri juga pernah melihat kondisi pipi cucunya memerah saat dijemput, namun sang cucu enggan bercerita lebih lanjut. Ia mengaku sangat kesal jika dugaan kekerasan ini benar, mengingat selama ini pengasuh selalu terlihat ramah saat bertemu langsung.
Pihak kepolisian membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan pada Jumat sore lalu. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menyatakan bahwa pihaknya menduga kuat ada oknum pengelola daycare yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan. "Yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak," jelas Adrian. Saat ini, lokasi telah dipasang garis polisi dan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memeriksa pihak-pihak terkait guna mengungkap kebenaran di balik dugaan kekerasan ini.


